Lulusan SMK Jangan Sampai Jadi Zombie…..

59

Jakarta, Tengokberita.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus mengaktualisasikan dirinya agar para lulusan bisa terserap dunia kerja. Guna tujuan itu, Pemprov DKI Jakarta melakukan upaya peningkatan kualitas para lulusan.

Salah satunya adalah mempersiapkan sekolah untuk menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), sehingga lulusan SMK dari DKI Jakarta lebih siap dan kompeten memasuki dunia kerja, khususnya di era persaingan terbuka Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di DKI Jakarta harus memiliki sertifikasi kelayakan berstandar internasional agar dapat bersaing dengan negara lain. Sekurang-kurangnya, sertifikasi kompetensi yang diakui MEA.

Karena itu, Kabag SMK Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Drs H Husein, MM mengingatkan agar para lulusan SMK jangan sampai menjadi zombie.

Jangan sampai lulusan SMK nantinya menjadi Zombie. Apa itu zombie? Zombie adalah mayat hidup penghisap darah. Saya maksudkan zombie di sini adalah untuk SMK, pemerintah sangat banyak mengeluarkan anggaran, tapi jangan sampai ujung-ujungnya gagal (bekerja) dan malah kemudian menciptakan kaderisasi pengangguran,” kata Husein pada sebuah acara pengarahan ‘Sosialisasi Sistem Takola SMK’ para Kepala Sekolah SMK, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3/2018).

Kabag SMK Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Drs H Husein, MM pada sebuah acara pengarahan ‘Sosialisasi Sistem Takola SMK’ para Kepala Sekolah SMK, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3/2018). (Foto: Fajar NA/Tengokberita.com)

Kami di Dinas Pendidikan DKI Jakarta sudah mendapat arahan dari Gubernur DKI Jakarta bahwa sampai tahun 2022 harus sudah menyediakan 30 ribu kelas baru untuk SMK Negeri di DKI Jakarta secara bertahap mulai tahun 2018 ini. Mau tidak mau dengan kebijakan Gubernur ini, SMK-SMK swasta di Jakarta yang kurang inovasi atau yang tidak dapat mengembangkan dirinya sebagaimana kebutuhan masyarakat, akan bangkrut lalu gulung tikar karena peserta didik semuanya pindah ke SMK Negeri. Ini merupakan tantangan bagi para pengelola pengelola SMK swasta di DKI Jakarta,” Husein menambahkan.

Permohonan bantuan dari sekolah-sekolah SMK sudah tidak lagi dalam bentuk proposal tapi sekarang dilakukan melalui Sistem Takola. Aplikasi manajemen Tata Kelola (Takola) SMK adalah salah satu paket aplikasi data warehouse.

Aplikasi ini berfungsi untuk menganalisis rasio, rekapitulasi kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai rekapitulasi secara nasional. Aplikasi Takola SMK diharapkan dapat menghasilkan data sarana dan prasarana yang lebih akurat, sehingga nantinya tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak karena tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah khususnya di era kepemimpinan Anies – Sandi.

Melalui peningkatan kuantitas dan kualitas SMK, diharapkan proses pengajaran di sekolah kejuruan mengikuti tren dan teknologi terbaru serta tersedianya sarana dan prasarana praktikum yang terbaik. (jar)

Bagaimana menurut pembaca?