Home » News » Gaya Hidup » Masakan dan Seni Minang Menyatu di Lapangan Banteng
festival kampung minangkabau, kuliner, minang

Masakan dan Seni Minang Menyatu di Lapangan Banteng

festival kampung minangkabau, kuliner, minang

Ghea Mirrela (26), co-founder Komunitas Anak-anak Minang Jabodetabek

Jakarta, Tengokberita.com – Ajang Kampoeng Minangkabau kali ini tak hanya menyajikan aneka khas masakan asli Minang, tapi juga menampilkan festival seni Minang. Ada aneka kerajinan tangan (craft) khas Minang yang disajikan.

Ghea Mirrela (26), co-founder Komunitas Anak-anak Minang Jabodetabek selaku penyelenggara menjelaskan, Festival Kampoeng Minangkabau yang April ini merupakan gelaran ketiga sejak dihelat pertama kali tahun 2016 merupakan event untuk mengenal lebih dekat ranah Minang kepada masyarakat luas, khususnyan Jabodetabek.

Selama ini, katanya, masyarakat mengenal ranah Minang hanya lewat makanan. “Tapi Minang bukan soal cita rasa makanan. Ada seni, budaya, dan pariwisata Minang yang tak kalah eloknya,” kata Ghea.

Selain festival kuliner, tambah Ghea, ada pula pentas seni dan budaya plus talkshow mengenai pariwisata, bedah buku “Manusia Minangkabau,” dan sebagainya. Pentas seni yang digelar di Kampoeng Minangkabau antara lain randai, tambua tansa, dan sebagainya. Digelar pula aneka permainan tradisional khas Minang. Ada pula talkshow yang membahas soal Pariwisata Halal Sumatera Barat.

(Baca: FESTIVAL KAMPOENG MINANGKABAU, Sajikan Makanan Langka Minang)

Menurut Ghea, event Kampoeng Minangkabau lebih berupa perwujudan Jakarta rasa Minang. “Mungkin banyak orang Jakarta yang suka sama masakan Padang, tapi kebanyakan orang tahu cuma yang dijual di restoran Padang aja. Itupun yang jual belum tentu orang Minang asli. Jadi dibuatlah event kuliner di Jakarta tapi rasa Minang. Event ini pertama kali digelar 18 Juni 2016 dan digelar dua kali dalam setahun. Yaitu setiap bulan April dan Desember. Masing-masing beda tema. Event bulan April lebih lengkap. Nah kalau yang di bulan Desember, tepatnya tanggal 11 Desember, itu khusus festival jajanan Minang saja,” beber Ghea.

Aku sama 40 panitia lain yang sama-sama orang Minang yang merantau di Jakarta pingin ngenalin lebih banyak makanan khas Minang. Kita nyebutnya wujud pengenalan Jakarta rasa Minang. Orang Jakarta belum banyak yang tahu makanan Minang ada apa aja, seperti lompong sagu, pisang kapik, dan makanan khas Minang lainnya yang selama ini nyaris gak pernah ditemui di Jakarta,” pungkasnya.

Disinggung soal makanan Minang yang identik dengan santan dan bulan puasa yang sebentar lagi kita jelang, Ghea mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Asal, katanya, kita mesti tahu dan rutin mengonsumsi makanan yang bisa menurunkan kadar lemak dalam tubuh yang ditimbulkan dari makanan bersantan.

Sebagai orang Minang asli, Ghea punya cara tersendiri untuk mengatasi kadar lemak yang berlebih di dalam tubuh. “Masakan bersantan itu gak masalah, saya sendiri kalo sahur atau buka puasa juga selalu makan masakan bersantan kok. Tapi biasanya saya sering makan pange, yaitu masakan khas Minang dan full cabe. Makanan pange berfungsi untuk menurunkan kadar lemak dalam tubuh yang dihasilkan dari makanan bersantan yang kita konsumsi,” terang Ghea. (nez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

vinski tower, manhunt

Dosen Jurnalistik ‘Jawara ManHunt Indonesia 2017’ Jalani Treatment di Vinski Tower

Jakarta, Tengokberita.com – Pemenang ManHunt 2017 Abdul Qowi Bastian (29) menjalani treatment pertamanya di Vinski ...

Masakan dan Seni Minang Menyatu di Lapangan Banteng

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0