Menakar Kekuatan Politik Moreno di Pilgub Jawa Timur

Jakarta, Tengokberita.com– Partai Gerindra kembali melakukan manuver dalam Pilgub di Jawa Timur. Partai yang awalnya mendukung La Nyalla Mattalitti ini tiba-tiba berputar arah. Kali ini dia akan mengajukan kadernya Moreno Suprapto sebagai Calon Gubernur Jawa Timur. Bahkan, menurut Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto telah menyetujui keputusan tersebut.

Lantas, seberapa kuat potensi Moreno jika ingin melawan Saifullah Yusuf atapun Khofifah Indar Parawansa.?

Keluarga besar ayahnya, Tinton Suprapto asli Jawa Timur dan masih memiliki darah dengan pemimpin daerah di Kota Malang. Terbukti dari Pemilu 2014 lalu, Moreno yang baru pertama kali ikut langsung terpilih karena memperoleh suara yang sangat signifikan yaitu lebih dari 52 ribu suara di Daerah Pemilihan Jawa Timur V yang meliputi Malang Raya.

Namun, pertimbangan keluarga besar ini tak bisa dijadikan patokan utama. Karena keluarga besar Saifullah Yusuf dan juga Khofifah Indar Parawansa juga berasal dari Jawa Timur. Artinya, faktor keluarga tak bisa dijadikan pijakan. Dua pesaingnya sama sama mengakar di Jawa Timur.

Yang lebih realistis adalah melihat mesin partai. Lawan Moreno, Saifullah Yusuf yang berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas didukung oleh PDIP dan PKB.
PKB diketahui memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Timur dan sebenarnya bisa mengusung Gus Ipul, demikian Saifullah kerap disapa, tanpa harus berkoalisi. Sebab persyaratan KPU untuk mengusung calon lewat jalur parpol yakni minimal 20 kursi di parlemen, atau 25 persen akumulasi suara sah.

Namun PKB menempuh jalan lain yang bersepakat berkoalisi dengan PDIP yang memiliki 19 kursi di DPRD. Total kekuatan mereka yakni 39 kursi.

Sementara Khofifah juga cukup kokoh. Dengan mendapatkan dukungan 5 parpol yakni Partai Golkar (11), Partai Persatuan Pembangunan (5), Partai Hanura (2), Partai Nasdem (4) dan Demokrat (13). Jumlahnya yakni 35 kursi.

Saat ini memang masih ada partai yang masih belum menentukan kejelasan sikapnya yakni PKS dan PAN. Suara kedua partai ini jika digabung dengan Gerindra, lebih dari cukup untuk mengusung Moreno sebagai cagub di Jawa Timur. Namun, masalahnya bukan hanya soal persyaratan, integratis dan kapabilitas dari Moreno sendiri. Mengingat pesaingnya, cukup banyak makan asam garam sebagai politisi. Terlebih Saifullah Yusuf masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini.
Demikian pula dengan Khofifah, meski pernah kalah dalam Pilgub Jawa Timur tak mudah mengalahkan mantan Menteri Sosial ini jika melihat data-data itungan politik, yakni 35 kursi yang mendukungnya.

Sebab, bagaimanapun Moreno tak akan bisa maju sendiri menggunakan bendera Gerindra karena hanya punya 13 suara. Jika Gerindra hanya bisa menggandeng PKS, tak bisa memenuhi syarat karena baru 19 suara. Gerindra bisa maju sebagai calon gubernur Jawa Timur jika mengandeng PAN yang punya 7 suara. Namun, akan lebih aman jika didukung oleh PAN dan juga PKS sehingga jumlahnya menjadi 26 suara. Tapi, maukah PKS atau PAN menjadi pendamping Moreno. Kita tunggu saja. (Rot)

Bagaimana menurut pembaca?