Mencengangkan, Hajar Aswad Ternyata Batu dari Luar Bumi

72

Makkah, Tengokberita.com- Siapa yang tak kenal Hajar Aswad? Batu hitam yang berada di sudut Kakbah itu adalah batu Istimewa. Jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia setiap saat selalu berkeinginan untuk mencium batu istimewa itu. Hajar Aswad, yang bahasa Arab, artinya Batu Hitam. Namun, siapa kira jika batu dirindukan oleh jutaan Umat Islam itu bukan batu Bumi. Lantas, darimana Hajar Aswad itu berasal?

Dari sejumlah penusuran, berbagai versi muncul soal keberadaan Hajar Aswad itu.
Sejumlah ilmuwan berpandangan bahwa Hajar Aswad adalah batu meteorit yang memiliki jenis aerolit/siderolit. Tetappi, karena Hajar Aswad dapat terapung di dalam air, maka hal itu tak sesuai dengan ciri-ciri siderolit yang selalu tenggelam jika dimasukkan ke dalam air, lantaran massa jenisnya antara 5-7 gram/cc.

Pendapat lain menyebutkan bila Hajar Aswad diambil dari kawah Wabar, 550 km sebelah tenggara kota Riyadh. Tapi kawah itu terbentuk pada 9 Januari 1704 melalui jatuhnya sebuah meteor cukup besar berukuran 10 meter yang kaya dengan besi. Nmaun karena meteor itu terjadi pada tahun 1704, berbeda jauh karena Ka’bah terbentuk pada sekitar 1850-1820 SM.

Ada pula yang mengatakan bahwa Hajar Aswad dibawa oleh Nabi Adam AS ketika diturunkan dari surga. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam bukunya Qishash al Anbiyaa.

Kemudian, pendapat berbeda juga muncul bahwa Hajar Aswad itu bermula saat Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk membangun Ka’bah. Saat pembangunan hampir selesai, ternyata terdapat satu ruang kosong. Nah, untuk menutupi temboknya Nabi Ibrahim AS meminta putranya, Ismail A.S untuk mencari batu yang akan difungsikan menutup ruang kosong tersebut.

Ismail pun mencari batu dari bukit yang satu bukit ke bukit yang lain. Ia memang ingin mencari batu yang terbaik. Saat dalam pencarian itulah Malaikat Jibril datang dan memberinya sebuah batu hitam. Tentu, Ismal A.S senang hati dan segera kembali membawa batu pemberian Jibril itu kepada ayahnya, Nabi Ibrahim. Saking gembiranya, Ibrahim A.S mencium batu itu beberapa kali.

Karena penasaran darimana Ismail A.S mendapatkan batu hitam itu, Nabi Ibrahim AS pun bertanya pada Ismail, “Dari mana kamu peroleh batu ini?,”. Nabi Ismail AS menjawab, “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).” Mendengar jawaban itu, Nabi Ibrahim AS kembali mencium batu itu yang langsung diikuti oleh Nabi Ismail AS.

Namun, dalam keyakinan Islam, sebagaimana diterangkan dalam sejumlah hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya, Hajar Aswad adalah batu mulia yang berasal dari surga. Saat pertama kali turun batu itu berwarna putih laksana susu. Dia berubah menjadi hitam, karena dosa-dosa manusia.
Memang terdapat beragam pandangan soal keberadaan Hajar Aswad itu. Yang pasti, batu hitam itu bukanlah batu dari Bumi. Hajar Aswad memang batu yang berasal dari luar bumi. (rot/berbagai sumber)

Bagaimana menurut pembaca?