Mengapa Debu Vulkanik Bahayakan Penerbangan?

Jakarta, Tengokberita.com- Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia merilis soal bahaya debu vulkanik terhadap pesawat.

Pertama bila bila debu vulkanik masuk ke tabung pengukur kecepatan (plug tubes) pesawat, dapat menyebabkan kerusakan dan kekeliruan dalam membaca data dan kecepatan pesawat.

Kedua, debu vulkanik memiliki kontur tajam sehingga dapat menggores kaca kokpit saat pesawat terbang melaju dengan kecepatan di atas 500 mil/jam. Ini bisa menyebabkan pandangan pilot jadi sangat terbatas.

(baca:Gunung Agung Meletus, Masyarakat Kembali Mengungsi)

Ketiga, debu vulkanik yang tersedot ke dalam mesin dapat merusak bilah turbin dan dapat meleleh karena suhu panas pada area mesin. Ini juga dapat merusak fungsi baling-baling pesawat turboprop dan mengganggu mesin jet pada pesawat turbofan ataupun komponen vital lain.
Empat, debu vulkanik yang meleleh akan membeku pada bilah turbin, menggumpal dan melapisinya. Ini bisa menghalangi aliran udara normal dan menyebabkan mesin kehilangan tenaga atau mati (shutdown)

Lima, gumpalan debu vulkanik dapat melapisi sistem sensor suhu bahan bakar pesawat. Hal ini akan membuat sensor tersebut memberikan indikator yang keliru, seolah mesin pada kondisi dingin. Pemakaian bahan bakar akan meningkat, menaikkan panas yang dapat merusak turbin, dan membuat mesin mati (shutdown).

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakana berdasarkan laporan terakhir Direktorat Navigasi Penerbangan, Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah terdampak dan berada dalam area volcano ash dari Gunung Agung. “Untuk itu, Kami melalui Ditjen Perhubungan Udara memutuskan untuk menutup Bandara Ngurah Rai dengan alasan keselamatan penerbangan” tulis Menhub dalam akun twitternya, @BudiKaryaS. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?