Menikmati Aroma Rempah-rempah Soto Banjar

216

Banjarmasin, Tengokberita.com-Anda pencinta kuliner? Bila ia, maka ada baiknya bila anda mencoba menikmati aroma rempar-rempah soto Banjar langsung di kota asalnya, Banjarmasin.

Karena itulah begitu Tengokberita.com berkesempatan mengunjungi Kota Banjarmasin, maka salah satu yang jadi buruan adalah Soto Banjar, ibu Ida yang berjarak sekitar 50 meter dari Kantor Kejaksaan Negeri Banjarmasin Jl Perdagangan Kelurahan Pangeran Banjarmasin.

Soto Banjar berbeda dengan Soto Betawi ataupun Soto Lamongan, Jawa Timur. Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto diberi daging ayam yang sudah disuwir-suwir. Ada tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.

Salah satu yang mencoba nikmatnya Soto Banjar adalah Riza Syukri Arief SH. Lekaki yang juga seorang pengacara ini mengatakan rasa soto Banjar memag berbeda bila dibandingkan jenis soto-soto lainnya.

Saya baru pertama mencicipi soto banjar , walaupun sama sama soto di daerah , memang ada rasa lain yang tidak ada di soto soto lainnya, “ ujar Riza di warung ibu Ida kepada Tengokberita.com.

Seperti soto ayam, bumbu soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tetapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah itu nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.

Sejumlah penjual soto Banjar menyajikan sate ayam sebagai menu pendamping. Jika dimakan dengan ketupat dinamakan dengan Soto Banjar. Bila dimakan dengan nasi, dinamakan Nasi Sop Banjar.

Ketupat maupun nasi di Banjarmasin dan sekitarnya memiliki rasa khas tersendiri . Bentuk fisik nasi dan rasa nasi maupun ketupat agak berbeda. Kenapa? Nasi dan ketupat di Banjar berasal dari beras gambut. Beras gambut punya rasa spesipik dan sangat polen di mulut. Buah padinya kecil kecil, orang gambut menyebutnya dengan siam unus . Jenis ini di daerah gambut tergolong beras yang paling mahal dan hampir semua penduduk asli daerah gambut sangat menyukai beras jenis ini. (jar/rot)

Bagaimana menurut pembaca?