Menyoal Wacana Pencapresan Habib Rizieq dari Perspektif Pemasaran

92
pmkri, habib riqieq, musti, komtak, fpi

Jakarta, Tengokberita.com – Habib Rizieq Syihab disebut-sebut siap maju Pilpres 2019 jika diminta umat dan ulama melalui koalisi 212. Meski baru sebuah wacana, namun pemunculan namanya bisa dimaknai sebagai sebuah pengenalan produk dengan brand baru yang tentunya belum dikenal banyak orang.

Inilah yang oleh Philip Kotler dan Amstrong digambarkan sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

Lewat pemunculan namanya FPI sedang membangun image mengenai keunggulan keunggulan dari produknya yakni Habib Rizieq Shihab.

FPI menyadari bahwa dalam sejumlah Survei Capres nama Habib Rizieq belum bisa menyamai Gatot Nurmantyo atau AHY, apalagi Joko Widodo. Liat saja dalam survei yang digelar Median, elektabilitas Habib Rizieq hanya e 0,3 persen.

(Baca: Impian Koalisi 212 Habib Rizieq)

Demikian pula survei Alvara, Habib Rizieq Shihab hanya berada di kisaran 44,9 persen. Masih kalah jauh dibandingkan dengan Joko Widodo yang memperoleh 98 persen. Habib Rizieq justru unggul jika melawan Muhaimin Iskandar yang mendapatkan 42,8 persen. Ia juga unggul atas Surya Paloh 41,1 persen, Sri Mulyani 33,3 persen, dan Tito Karnavian 18,9 persen.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily berkomentar bahwa salah satu syarat bagi seorang calon presiden dan calon wakil presiden, bukan hanya soal elektabilitas. Jika Habib Rizieq maju sebagai capres dia akan terhalang UU No 7 tentang Pemilu, terutama dalam pasal 227 ayat b, yaitu surat keterangan catatan kepolisian dari Mabes Polri dan juga kesetiaan terhadap Pancasila dan UUD 1945.

Tetapi apapun persoalan yang kini membelit Habib Rizieq, FPI sudah mencoba mengenalkan kepada publik yakni masyarakat Indonesia bahwa mereka punya produk yang layak untuk dibeli atau dipilih dalam pilpres 2019 mendatang. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?