Home » News » Mereka Mau Mengangkat Wastra Indonesia Lebih Tinggi

Mereka Mau Mengangkat Wastra Indonesia Lebih Tinggi

Jakarta, Tengokberita.com – Indra Tjahyani tak habis pikir ketika panitia workshop membatik sebuah perguruan tinggi di Jakarta menghargainya begitu rendah. Untuk 21 orang asing yang akan mengikuti workshop itu, pihak panitia hanya menawarinya bayaran Rp200 ribu.

Padahal dalam workshopnya, dosen perancangan di sebuah perguruan tinggi di Jakarta ini juga mengajarkan banyak hal tentang batik. Baik filosofi, sejarah serta beragam jenis batik yang ada.

Sebegitu rendahkah orang kita menghargai batik..?” ujarnya masygul.

Kisah Indra ini ternyata juga dialami oleh banyak pengrajin lain. Dalam Temu Wicara di sela Pameran Merah Putih yang dihelat perkumpulan Wastra Indonesia, Sabtu (12/8/2017) di Museum Tekstil Jakarta terungkap, masih banyak orang yang menilai rendah kain Nusantara.

Banyak orang menghargai wastra hanya sebagai selembar kain dan mengabaikan tingginya nilai di baliknya serta proses panjang bagaimana kain itu dihasilkan. Sehingga tak heran, jika mereka menghargainya dengan harga murah.

Padahal, di balik selembar kain selalu ada rasa. Ada harapan dan doa dari para orang tua pada anak-anaknya di sana. Dan ada proses panjang yang dilalui untuk menghasilkannya,” ujar Bhimanto Suswatoyo ketua Perkumpulan Wastra Indonesia.

Ia pun menjelaskan, bagaimana di masa lalu para perempuan Jawa sudah membuat atau memesan batik yang akan diwariskan kepada putra/putrinya saat mereka menikah kelak. Atau bagaimana perempuan Iban harus berpuasa untuk menemukan motif yang bagus. Dan masih banyak kisah menarik lain tentang kain Nusantara.

Ini, dikarenakan masih banyak orang yang belum tahu bagaimana proses panjang untuk menghasilkan selembar kain di Nusantara. Untuk itu, lelaki yang biasa disapa Bim ini meminta para pecinta kain Nusantara untuk membagikan ilmunya.

Sebarkan pengetahuanmu, agar orang lebih mengapresiasi kain Nusantara. Dari mengerti ini mereka akan tergerak membeli,” ujarnya.

(Baca : Pesta Wastra Nusantara di Museum Tekstil )

Sementara Lita Jonathan, penggagas pameran Merah Putih Kain Indonesia menilai saat ini makin banyak orang yang ingin memiliki kain Nusantara tanpa memahami nilai yang terkandung di baliknya.

Saya rasa semuanya, batik-tenunan-sulaman kita juga sudah dipakai, tapi kurangnya itu kurang gede. Kita harus lebih mengembangkannya harus lebih besar lagi,” ujarnya.

Berbagai upaya telah dilakukan Perkumpulan Wastra Indonesia yang baru resmi menjadi badan hokum pada Mei 2017 lalu. Perkumpulan ini ingin membuka mata masyarakat bahwa kain Nusantara sebagai warisan yang bernilai tinggi. Sekaligus mengangkat kasta para pelakunya, bukan hanya sebagai sekadar perajin tetapi adalah seorang maestro seni. (emu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Meresahkan, Situs Nikahsirri Diblokir

Jakarta, Tengokberita.com-Keberadaan situs nikahsirri.com dinilai cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya, lewat situs ini memungkinkan pengguna untuk ...

Mereka Mau Mengangkat Wastra Indonesia Lebih Tinggi

Tengok Berita red Berita Hari ini: 1 min
0