Home » News » Sosok » Mimpi Dinny Jusuf Menghapus TKI di Indonesia
tki, tenun, prt

Mimpi Dinny Jusuf Menghapus TKI di Indonesia

Jakarta, Tengokberita.com – “Jika tenun diangkat, maka Indonesia tak lagi perlu mengirim tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri,” cetus Diana Irina Jusuf atau akrab disapa Dinny Jusuf dalam sebuah acara di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ya, membela perempuan melalui kain telah bertahun-tahun menjadi focus perempuan yang aktif di berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan ini. Ia pernah menjabat Sekjen Komnas Perlindungan Perempuan, setelah sebelumnya aktif di yayasan Suara Ibu Peduli. Dan, ia menegaskan tidak akan pernah berhenti memberdayakan perempuan penenun di Nusantara, hingga Tuhan mengambil kesempatan itu.

Semua ini bermula sembilan tahun silam, saat ia memutuskan untuk pulang ke kampung sang suami, Danny Parura, di tanah Toraja. Di sana, ia melihat kenyataan yang menyesakkan.

Saat mengawasi pembangunan rumah yang akan didiaminya, ia menemukan sebuah desa yang memiliki bayi yang bertampang Tionghoa. Saat menguliknya, ia menemukan fakta bahwa bayi-bayi itu adalah anak perempuan yang bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Bayi ini adalah anak TKI yang menikah dengan orang Malaysia. Mereka melahirkan di kampung, anak mereka ditinggal, dan mereka kembali bekerja,” ujarnya.

(Baca: Razia TKI di Malaysia, IMM Minta Majikannya Juga Dirazia)

Fakta ini membuat gusar perempuan yang sudah lama peduli dengan isu perempuan ini. Di sisi lain ia melihat kenyataan kain tenun Toraja yang kian ditinggalkan. Wastra yang bernilai tinggi ini tidak laku, bahkan orang Toraja sudah tidak memakainya.

Ditemui di sela acara yang dihelat Bank DBS, beberapa waktu lalu, Dinny mengisahkan ada sebuah Kecamatan Sa’dan terkenal sebagai sentra kain tenun khas Toraja. Mayoritas penenun di sana sudah berusia 70 tahun hingga 90 tahun.

Pada Tahun 2007-2008, tinggal dua penenun yang bisa membuat motif tenun Toraja yang lama, tetapi mereka tidak mau mengajarkan ke penenun lain, hanya mau ke anak-anaknya. Ironisnya anak-anak mereka banyak yang bekerja sebagai TKI ke Malaysia,” ujarnya getir.

Kondisi ini membuat Dinny memutar otak, apa yang bisa dilakukannya untuk mengatasi kondisi ini. Bagaimana perempuan-perempuan Toraja tak harus mengadu nasib keluar negeri sekaligus menghidupkan kembali tenun Toraja yang bernilai tinggi.

Satu hal yang ditemukannya saat itu adalah, para pengrajin tenun itu kesulitan mendapatkan pembeli. Ia pun lantas membeli beberapa kain Toraja untuk dibawa ke Jakarta. Dari seorang sahabatnya, Dinny kemudian mengetahui bahwa motif kain tenun tersebut sudah langka.

Bersambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Nanan: VW Tanamkan Nilai Kebersamaan, Kekeluargaan dan Persaudaraan

Tengokberita.com – Mengusung tema ‘Harmony in Diversity’ Jambore Nasional Volkswagen Indonesia ke 48 sudah digelar ...

Mimpi Dinny Jusuf Menghapus TKI di Indonesia

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 1 min
0