Home » News » Mancanegara » Muhammadiyah Desak Myanmar Hentikan Praktik Genosida Rohingya

Muhammadiyah Desak Myanmar Hentikan Praktik Genosida Rohingya

Jakarta, Tengokberita.com – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak Myanmar untuk menghentikan praktik genosida terhadap etnis rohingnya. Desakan Muhammadiyah ini disampaikan menyusul eskalasi kekerasan yang dimotori aparat negara terhadap etnis rohingnya tersebut.

Selain itu, Muhammadiyah mendesak PBB, ASEAN, dan pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap atas krsisis kemanusiaan yang kini berlangsung di Myanmar tersebut.

Dalam surat pernyataan yang dikirim ke Tengokberita.com,  Muhammadiyah membeberkan bahwa sepanjang pekan ini, tidak kurang 3.000 orang melarikan diri ke perbatasan Bangladesh karena kebrutalan yang dilakukan oleh militer Myanmar.

Dalam sepekan terakhir jumlah korban dari etnis Rohingya mencapai kurang lebih 800-an orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Berikut  surat pernyataan sikap Pengurus Pusat Muhammadiyah terhadap tragedi kemanusiaan di Myanmar yang ditandatangani Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H Bahtiar Effendy, MA dan Sekretaris Umum, Dr. H Abdul Muti, M.Ed

  1. Mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk ikut menangani secara sungguh-sungguh bahkan bila perlu mengambil alih tragedi kemanusiaan yang telah dan sedang berlangsung secara terus menerus di Myanmar. Sudah terbukti secara meyakinkan pemerintah Myanmar tidak bersedia menghentikan praktik genosida terhadap etnis Rohingya.
  2. Mendesak Pemerintah Bangladesh untuk membuka perbatasan demi alasan kemanusiaan, sehingga memungkinkan etnis Rohingya menyelamatkan diri dari persekusi pemerintah Myanmar.
  3. Mendesak para aktivis HAM dan kemanusiaan di seluruh dunia untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus genosida etnis Rohingya sehingga tragedi ini bisa diakhiri. Berkaitan dengan hal tersebut Muhammadiyah bersedia menjadi leading sector di dalam mengorganisasikan kegiatan masyarakat ASEAN dan dunia pada umumnya untuk menggalang bantuan dan dukungan kemanusiaan bagi etnis Rohingya.
  4. Mendesak ASEAN untuk menekan Myanmar agar menghentikan praktik genosida terhadap etnis Rohingya. Bila dalam waktu yang dipandang cukup hal tersebut tidak dilakukan oleh Myanmar, maka wajar bagi ASEAN untuk mempertimbangkan pembekuan keanggotaan negara tersebut di ASEAN. Karena besarnya jumlah korban, ASEAN perlu untuk tidak mengedepankan prinsip non-intervensi dan menggantinya dengan keharusan untuk ikut bertanggung jawab atas nasib dan melindungi etnis Rohingya.
  5. Mendesak komite Hadiah Nobel untuk mencabut Penghargaan Nobel Perdamaian bagi Aung San Suu Kyi, salah seorang pemimpin terkemuka Myanmar, yang alih-alih menunjukkan kesungguhan untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan di Myanmar, justru memperburuk keadaan.
  6. Mendesak Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court – ICC) untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas praktik genosida terhadap etnis Rohingya di Myanmar.
  7. Meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan diplomasi sunyi (non-megaphone diplomacy) yang selama ini yang selama ini diterapkan kepada Myanmar karena tidak berhasil mendesak Myanmar mengakhiri praktik-praktik genosida terhadap etnis Rohingya.
  8. Meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mempertimbangkan kemungkinan disediakannya sebuah kawasan/daerah di Indonesia untuk menampung sementara pengungsi Rohingya sebagaimana yang pernah dilakukan terhadap pengungsi perang Vietnam di Pulau Galang beberapa dekade silam.

Demikian pernyataan sikap PP. Muhammadiyah sebagai respon terhadap perkembangan terkini di Myanmar yang dampaknya berpotensi mengancam situasi keamanan dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara dengan kemungkinan tumbuhnya kelompok perlawanan terhadap Myanmar, perdagangan manusia, imigran ilegal yang membanjiri kawasan. (rot)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Deplu Australia Keluarkan ‘Travel Warning’ Terkait Gunung Agung

Melbourne, Tengokberita.com– Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengeluarkan ‘travel warning’ terhadap warga Australia yang ...

Muhammadiyah Desak Myanmar Hentikan Praktik Genosida Rohingya

Tengok Berita redaksi Berita Hari ini: 2 min
0