Home » News » Sosok » Nanan Sukarna Ingin HDCI Jadi Inklusif

Nanan Sukarna Ingin HDCI Jadi Inklusif

Jakarta, Tengokberita.com – Harley Davidson, siapa yang tidak kenal dengan motor gede (Moge) produk negara ‘Uncle Sam’ Amerika Serikat. Kegarangannya ketika melintas di jalan-jalan utama di berbagai kota Indonesia dengan kawalan petugas, sering menghadirkan kontroversi.

Bahkan, tidak jarang terjadi adu mulut antara komunitas Harley dengan penggguna jalan lainnya, seperti yang terjadi pada Agustus 2015 lalu di Yogyakarta. Saat itu, Elanto Wijoyono menghadang ribuan Moge yang melintas di jalan perempatan Condong Catur, Yogyakarta dengan menggunakan sepeda.

Bagi Komjen Pol (Purn) Nanan Sukarna masalah tersebut lebih banyak disebabkan ‘miscommunication’ saja. Dia menilai sangat wajar jika iring-iringan Moge mendapat pengawalan dari voorijder. Apalagi yang ikut konvoi jumlahnya ribuan Moge, bukan perorangan. Jadi sangat wajar jika dikawal.

Lepas dari persoalan kawal mengawal itu, Nanan Sukarna yang merupakan Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), bertekad mengubah citra (image) komunitas pemilik Moge menjadi inklusif atau universal. “HDCI akan mengubah image selama ini eksklusif menjadi inklusif melalui tujuh program,” kata Nanan, Minggu (28/8/2016).

Nanan menyebutkan bahwa tujuh program itu adalah nasionalis kebangsaan, aman berkendara (road safety), perjalanan wisata, koperasi, ekonomi kreatif, relawan Palang Merah Indonesia (PMI), sosial kemasyarakatan dan mendukung program amnesti pajak.

Melalui susunan kepengurusan baru periode 2016 hingga 2021, mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) itu akan membawa HDCI lebih diterima masyarakat. Sehingga tidak ada batasan dalam kegiatan komunitas Moge.

Guna merealisasikan itu, mantan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri itu mengungkapkan, HDCI menggelar program sosial, antara lain pembangunan sekolah, bea siswa anak berprestasi, dan donor darah.

HDCI juga menyelenggarakan “Sumatera Bike Week” guna mendukung ‘Palembang Goes to Asian Games 2016’ dan Moto GP. Kegiatan itu diikuti sekitar 1.000 unit sepeda motor berbagai jenis dengan rute Palembang Trade Center hingga Kantor Wali Kota Palembang.

Nanan Soekarna memang menerapkan aturan ketat kepada anggota HDCI. Dia akan menindak tegas anggota yang terbukti melanggar aturan. “Bila ada anggota HDCI melanggar, pasti ditindak. Tindak secara moral ataupun secara hukum. No complaint, no accident. Foto saja, shooting mukanya yang jelas, muat di media,” katanya.

Dia juga mengajak anggota HDCI Kepulauan Riau tingkatkan kerjasama dengan pemerintah dalam mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia. Dia juga mengajak anggota Moge tersebut menjaga dan menjunjung tinggi kehormatan HDCI melalui sikap santun, rendah hati, penuh disiplin, menjaga ketertiban.

Nanan Soekarna merupakan alumni terbaik Akpol 1978 (meraih Adhi Makayasa). Dia merupakan jenderal bercitra bersih dan dianggap mampu membenahi sektor internal kepolisian. Nanan pernah pula menjabat Kadiv Humas Polri (2009-2010) dan Irwasum Polri (pada 2010-2011).

Selain itu, kariernya di kepolisian juga ditopang berbagai pendidikan tambahan, seperti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Angkatan XXI (1986), Pendidikan Kejuruan Serse (1987), Kibi Hankam (1989), FBI Academy USA 167 (1990), Sespimpol Angkatan XXX (1995), Seskogab Angkatan XXVI (1999), Lemhannas KSA XIII (2005), NEI FBI USA (2008), serta Akta IV IKIP Bandung, NAC Learning, dan ESQ Leadership.

Nanan dikenal sebagai sosok yang sarat dengan pengalaman penugasan dan berbagai jabatan strategis. Terkait penugasan dalam satuan kewilayahan Polri dari Polsek sampai Polda. Saat menjadi Kapolda Kalimantan Barat, dia membuat gebrakan dengan menginstruksikan setiap polisi di daerahnya saat itu mengenakan pin anti korupsi yang bertajuk ‘Saya Polisi Antikorupsi’.

Perjalanan kariernya juga dilengkapi dengan berbagai penugasan dalam satuan fungsi lainnya, baik sebagai staf maupun penugasan di berbagai lembaga pendidikan kepolisian. Dia pernah menjabat Kepala Unit Patroli Kota Sabhara Polda Metro Jaya, Wadankie Patroli Kota Sabhara Polda Metro Jaya, Kepala Komputer Puskodalops Polda Metro Jaya, Tenaga Pendidik SPN Mojokerto.

Jenderal yang pensiun pada Agustus 2013 itu, lahir 20 Juli 1955 di Purwakarta, Jawa Barat. Dia menikah dengan Yatty Suprapti dan dikaruniai dua anak, Dhanny Aryandi, dan Donny Aryandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Nanan: VW Tanamkan Nilai Kebersamaan, Kekeluargaan dan Persaudaraan

Tengokberita.com – Mengusung tema ‘Harmony in Diversity’ Jambore Nasional Volkswagen Indonesia ke 48 sudah digelar ...

Nanan Sukarna Ingin HDCI Jadi Inklusif

Tengok Berita red Berita Hari ini: 2 min
0