Pasca Pengakuan Yerusalem, Ribuan Warga Palestina Bakar Bendera Amerika

Tel Aviv, Tengokberita.com-Pengakuan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan kantor kedutaannya ke kota tersebut memicu demonstrasi anti Amerika di Timur Tengah dan beberapa belahan dunia.Bahkan di Gaza ribuan orang membanjiri jalan-jalan dan membakar bendera Amerika.

Bahkan, Hamas menebar ancaman buat Amerika Serikat. “Trump telah membuka gerbang neraka,” ujar Hamas seperti dilansir dari Dailymail, Kamis (7/12/2017)

Sami Abu Zuhri, pemimpin Hamas, mengatakan bahwa keputusan Trump ‘Tidak akan berhasil mengubah realitas Yerusalem menjadi tanah Arab yang Islami.’Keputusan itu dianggap sebagai keputusan ‘bodoh’ dan mengatakan bahwa pecundang terbesar adalah Trump dan Netanyahu.

Organisasi Pembebasan Palestina mengatakan hal senada bahwa pidato Trump telah menghancurkan harapan untuk solusi damai dua negara, Palestina-Israel.

Semantara itu, pasca pengakuan Yerusalem oleh Amerika, di Gaza ribuan orang membanjiri jalan-jalan dan membakar bendera Amerika. Faksi-faksi sekular Palestina dan kelompok Islam menyebut akan melakukan pemogokan umum pada hari Kamis ini setelah puluhan ribu demontran turun ke jalan pada hari Rabu malam.

Pasukan keamanan Israel bersiap-siap menghadapi kemungkinan kekerasan beberapa hari yang akan datang termasuk juga kedutaan Amerika.

Para pemimpin dunia termasuk Paus berbicara menentang tindakan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal tersebut membahayakan proses perdamaian. Tapi Trump sepertinya tak memperdulikan dan tetap mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. “Saya telah memutuskan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Trump.

“Tapi hari ini kita akhirnya menyadari yang jelas, bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel. Ini tidak lebih dari sekedar pengakuan namun kenyataan. Ini juga hal yang tepat untuk dilakukan dan memang harus dilakukan,” Trumph menambahkan. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?