Paska Kerusuhan Brimob, Penahanan Ahok Harus Dipindahkan ke Lapas

2685
tahanan teroris saat menyerahkan diri usai kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Justice, Tengokberita.com – Wakil Ketua Umum Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ade Irfan Pulungan meminta agar Kementerian Hukum dan HAM segera memindahkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, bukan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Ade menjelaskan selain karena dirinya mengkhawatirkan keamanan Ahok paska kerusuhan di tempat tersebut, bahwa sesuai putusan pengadilan, Ahok seharusnya ditempatkan di Lapas.

acta, uu ite, sara, polri, film
ADE IRFAN PULUNGAN

Sesuai UU Pemasyarakatan, penahanan Ahok seharusnya di Lapas, bukan di rutan. Dengan begitu atas adanya keurusuhan ini, Ahok harus segera dipindahkan ke lapas,” kata Ade.

(baca: Waketum ACTA : Tak Ada Alasan Bagi Hakim MA Mengabulkan PK Ahok)

Selain alasan tersebut, Ade memandang Ahok seharusnya ditempatkan di Lapas karena sebelumnya Ahok melakukan tindak kejahatan penistaan agama, bukan kejahatan terorisme. Berangkat dari alasan tersebut, Ade meminta agar Ahok segera ditempatkan di Lapas.

Ade mengkhawatirkan dengan tetap ditempatkannya Ahok di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, dapat menimbulkan dugaan adanya keistimewaan terhadap mantan suami Veronica Tan tersebut.

Menkumham berkewajiban untuk memindahkan Ahok ke lapas, tidak ada alasan bagi Menkumham mendalilkan jika Ahok ditempatkan di Mako Brimob, maka akan memberikan rasa aman kepada Ahok. Justru jika Ahok ditahan di mako brimob artinya Menkumham ada perlakuan eksklusif yang diberikan kepada proses pembinaannya sebagai warga binaan.”

Sebelumnya Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan bahwa tugas jaksa ada pada Kejari Jakarta Utara untuk mengeksekusi Ahok sudah selesai. Pihak Lapas Cipinang yang memutuskan Ahok dititipkan di Rutan Mako Brimob untuk menjalani pidana penjara atas kasus penistaan agama. (wap)

Bagaimana menurut pembaca?