Home » News » Blak-Blakan » Pemerintah Fitnah HTI (1)

Pemerintah Fitnah HTI (1)

WAWANCARA KHUSUS TENGOKBERITA.COM-HTI (1)
 
SATU hari menjelang persidangan pembacaan vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh majelis hakim PN Jakarta Utara, pemerintah via Menkopolhukam Wiranto tiba-tiba saja mengumumkan soal pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 8 Mei 2017.
 
Sikap pemerintah terhadap HTI yang dilakukan sehari menjelang vonis Ahok dan terkesan mendadak itu mengejutkan semua pihak dan sontak menyemburkan polemik berkepanjangan di masyarakat.
 
Lantas, bagaimana HTI menanggapinya? Dan bagaimana pula reaksi HTI atas tudingan anti-Pancasila yang dilayangkan pemerintah? Berikut wawancara khusus Hasanuddin dariTengokberita.com bersama H Muhammad Ismail Yusanto dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

H Ismail Yusanto

Pemerintah lewat Menkopolhukam Wiranto sudah mengumumkan pembubaran HTI dengan alasan tidak sejalan dengan program pembangunan pemerintah dan HTI dianggap anti-Pancasila. Komentar Anda?
Kami menolak keras rencana itu. Ini baru rencana ya. Ini penting untuk dipahami seluruh masyarakat, karena pemberitaan yang beredar selama ini bahwa pemerintah sudah membubarkan HTI.
 
Loh, bukannya sudah resmi diumumkan pemerintah lewat Menkopolhukam Wiranto?
Belum…belum. Apa yang dilakukan pemerintah lewat Pak Wiranto pada tanggal 8 Mei 2017 itu adalah pengumuman rencana pembubaran. Saya tekankan, ini baru rencana dari pemerintah dan belum ada pembubaran. Jadi, saya tegaskan, sampai detik ini HTI belum dibubarkan.
 
Yang berhak membubarkan HTI adalah pengadilan?
Ya betul. Pemerintah tidak berhak. Yang berhak membubarkan HTI adalah pengadilan karena kami berbadan hukum. Hizbut Tahrir adalah organisasi legal. Berbadan hukum perkumpulan. Karena itu, HTI memiliki hak konstitusional untuk melakukan kegiatan-kegiatan. Kegiatannya itu dakwah, menyampaikan ajaran Islam.
 
Respons HTI terhadap pengumuman pemerintah tentang rencana pembubaran itu?
Saat ini kita sedang mencermati, langkah-langkah apa yang akan ditempuh oleh pemerintah.
 
Saat mengumumkan rencana pembubaran HTI, Menkopolhukam juga bilang bahwa HTI disebut tidak memiliki kontribusi positif kepada negara. Tanggapan Anda?
Justru kami pertanyakan apabila HTI disebut tidak memiliki kontribusi positif kepada negara. Apa maksud dari pernyataan itu? Hizbut Tahrir sudah melakukan banyak kegiatan positif di Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Dan selama 20 tahun itu, HTI selalu menyelenggarakan kegiatan dengan tertib, damai, santun, serta selalu sesuai prosedur.
Selama lebih dari 20 tahun itu, HTI misalnya banyak melakukan kegiatan pendidikan.
 
Kegiatan HTI oleh pemerintah disebut pula berbenturan dengan masyarakat. Apa ini betul?
Itu mengada-ada.
 
Cenderung fitnah?
Bukan cenderung lagi, tapi fitnah. (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

hti, pemerintah, wawancara

‘Apa Salah Jika Kami Punya Cita-cita?’ (3-Habis)

Kapan Hizbuth Tahrir hadir di Indonesia? Sudah sejak tahun 1980-an. Tetapi secara resmi, HTI hadir ...

Pemerintah Fitnah HTI (1)

Tengok Berita redaksi Berita Hari ini: 1 min
0