Home » News » Gaya Hidup » Pendiri ESQ: Indonesia Masih Terpaku pada Religius
esq, idp, religius

Pendiri ESQ: Indonesia Masih Terpaku pada Religius

Jakarta, Tengokberita.com – Aneka permasalahan bangsa yang belakangan marak terjadi, mengundang keprihatinan mendalam bagi ESQ, sebuah lembaga pemberdayaan sumber daya manusia berbasis IQ (Intelligence Question), EQ (Emotional Quotiins), dan SQ (Spiritual Quotient).

Bagi ESQ, berbagai permasalahan bangsa seperti aksi teror, gerakan separatisme, dan sebagainya mengindikasikan lemahnya semangat nasionalisme. Sebagai lembaga pemberdayaan SDM, ESQ merasa terpanggil guna membangitkan spirit nasionalisme dan spiritualisme dari sumber daya manusia Indonesia lewat penyelenggaraan training.

Pada training New Chapter (NC) ke-3 yang bertepatan di bulan Ramadhan ini, founder ESQ, Dr. (H.C) Ary Ginanjar menekankan pentingnya membangitkan spirit Nasionalisme dan Spiritualisme.

Menurut Ary, selama ini aksi terorisme selalu dikaitkan dengan gerakan ekstrem agama. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan, mengingat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius namun masih terjadi aksi teror.

Sesungguhnya kita masih terpaku pada religius, bukan spiritual,” kata Ary.

Ary memandang adanya perbedaan yang cukup signifikan antara makna orang yang religius dan spiritual. Antara lain orang religius adalah orang yang mudah melihat perbedaan, dan sensitif dengan perbedaan, sedangkan orang spiritual adalah orang yang mudah melihat persamaan, mau menerima perbedaan.

(Baca: Selama Puasa, IDP Lebih Fokus Kegiatan Spiritual)

Dengan Training NC ini Ary berharap dapat menjadi sarana uuntuk menyatukan nasionalisme dan spiritualisme.

Training ESQ 165 NC 3 digelar selama 3 hari (10-12 Juni 2017) di Granada Ballroom, Menara 165, Jl. Tb. Simatupang Kav.1, Cilandak-Jakarta Selatan dan dihadiri 750 orang yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk di antaranya Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, penyanyi Indah Dewi Pertiwi (IDP), dan Ambassador (Duta) ESQ yang juga artis pasangan suami istri Sultan Djorghi dan Annisa Tri Hapsari.

Melalui Training ESQ 165 New Chapter, ungkap Marketing Communication ESQ Safira Nadia Divina SSi, para peserta dibantu untuk membuka rahasia tiga komponen penting dalam hidup dan menemukan jati diri mengenai siapa kita dan keberadaan diri kita.

Para peserta juga dibantu untuk melejitkan potensi dengan kekuatan sejati yang sumbernya dari illahi,” ungkap Nadia.

ESQ berawal dari tulisan tangan Ary Ginanjar Agustian yang kemudian dibukukan dengan judul Rahasia Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual Quotient dan terbit pada tahun 2000. Buku ESQ menjadi best seller dan telah terjual lebih dari dua juta copy.

ESQ bukan lembaga agama atau politik, akan tetapi bagaikan oksigen yang netral dan tidak berwarna. ESQ merupakan lembaga training independen untuk membangun karakter dan budaya bangsa.

Kini jumlah alumni ESQ berjumlah 1,6 juta yang tersebar di berbagai provinsi mulai dari Aceh hingga Papua, dan tersebar di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Amerika Serikat, Maroko, Turki, Inggris, Jerman, Belanda, Swedia, Australia. (inz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

yogyakarta, kuliner

3 Street Food yang Wajib Anda Cicipi di Yogyakarta

Yogyakarta, Tengokberita.com –  Yogyakarta menjadi salah satu destinasi liburan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.   ...

Pendiri ESQ: Indonesia Masih Terpaku pada Religius

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0