Peserta JSTC Membludak, Luar Biasa….

75
Tommy Hadi (kiri) pebalap senior dan Ferry Yanto Hongkiriwang (kanan), founder JSTC.

Jakarta, Tengokberita.com – Musim balap Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2018 yang akan digelar mulai 23 Maret 2018, tinggal berbilang hari. Para pebalap sudah bersiap berlaga di tujuh seri balap yang dipertandingkan tahun 2018 ini di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Sebuah sejarah baru terukir di salah satu seri yang akan dipertandingkan, yaitu pada seri balapan Japan Super Touring Championship (JSTC). Di tahun kedua sejak JSTC dipertandingkan di Sirkuit Sentul pada musim balap tahun 2017 silam, ada peningkatan luar biasa dalam hal peserta.

(baca: Berhadiah 5 Honda Brio, Ini Dia 10 Regulasi JSTC)

Balapan yang khusus mempertandingkan kendaraan-kendaraan produk Jepang tersebut, tahun ini akan diikuti 38 pebalap, meningkat lebih dari 100 persen dibanding tahun 2017 lalu yang diikuti 16 pebalap. Para pegiat bengkel-bengkel balap di Tanah Air hampir sebagian besar mengirimkan pebalap dan mobil hasil racikan mesinnya untuk bertarung di JSTC.

Suasana balap JSTC

Ke-38 pebalap yang sudah menyatakan kepesertaannya dalam berlaga di ajang JSTC itu berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar. 38 pebalap merupakan jumlah maksimal starter yang diizinkan Sentul International Circuit untuk sekali start.

JSTC mulai dilirik dan diperhitungkan bukan hanya karena telah mencetak sejarah dengan menyediakan hadiah berupa lima unit mobil Honda Brio, tetapi juga karena secara kuantitas dan kualitas balapan, waktu balapan yang ditempuh para pebalapnya serta tentunya gengsi, sehingga pebalap berlomba-lomba menciptakan waktu tercepat untuk mendapatkan poin tertinggi dan menjadi yang terbaik.

Ferry Yanto Hongkiriwang, selaku founder serta promotor JSTC yang juga Wakil Ketua Umum Gazpoll Racing Team saat ditemui mengaku bangga sekaligus bahagia dengan membludaknya peserta JSTC tahun ini. Lewat ajang balap JSTC, ada misi idealis dan nasionalis yang diharapkannya.

FERRY YANTO HONGKIRIWANG

Semakin bahagia dan bangga melihat antusiasme peserta, best time yang tercipta di JSTC serta adanya sponsor yang mulai mendukung sehingga ke depannya tidak menutup peluang untuk mengundang pebalap-pebalap dari negeri tetangga pada umumnya dan Malaysia pada khususnya. Saya ingin menunjukkan dan membuktikan terutama kepada Malaysia bahwa dunia otomotif Indonesia bisa lebih besar dan lebih hebat dari mereka, cukup Tanah kita yang diambil mereka tapi tidak harga diri kita. Saya akan tunjukkan lewat dunia otomotif,” kata Ferry penuh optimis.

Untuk target jangka panjang, Ferry menambahkan, “Saya punya cita-cita dan misi membawa JSTC ini ke balapan di sirkuit-sirkuit negara tetangga terutama Sirkuit Sepang Malaysia dengan membawa pebalap-pebalap terbaik JSTC Indonesia dan mengundang pebalap-pebalap terbaik dari Malaysia, Thailand, Singapura dan lainnya untuk berlomba mencari yang terbaik. Saya ingin mengibarkan bendera JSTC dan Merah Putih di Malaysia demi membanggakan Ibu Pertiwi. Semoga 2 – 3 tahun ke depan bisa terwujud.” (pink)

Bagaimana menurut pembaca?