Praperadilan Gugur Kuasa Hukum Fredrich Kecewa

17

Jakarta, Tengokberita.com – Hakim tunggal Ratmoho, mengabulkan pencabutan Praperadilan Fredrich Yunadi. Namun Sapriyanto Refa, kuasa hukum Fredrich tetap kecewa karena praperadilan yang mereka ajukan gugur.

Fredrich sebenarnya ingin melakukan perlawanan, tetapi akan sia-sia karena berkas perkara kasus Fredrich sudah diajukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Pengadilan Tipikor Jakarta.

Padahal ungkap Refa persidangan praperadilan adalah wadah untuk membuktikan sah atau tidaknya penetapan tersangka atas Fredrich. Proses hukum praperadilan dipandang perlu oleh Refa karena pihaknya menganggap ada kesalahan dalam penetapan tersangka Fredrich.

(Baca: Hakim Ratmoho Kabulkan Pencabutan Praperadilan Fredrich)

Kecewa lah, sebenernya ini koreksi yang kita anggap ada kekeliruan dari KPK. Kalau kemudian dia nggak hadir, sidang ditunda, praperadilan gugur, kita nggak bisa ngoreksi mereka,” ujar Refa saat ditemui Tengokberita.com usai menjalani persidangan praperadilan di PN Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Refa menyatakan bahwa proses persidangan praperadilan harus diutamakan dalam suatu perkara, sehingga langkah KPK dengan melimpahkan berkas perkara Fredrich ke Pengadilan Tipikor dinilai terburu-buru dan sebagai kesalahan dalam pemaknaan Pasal Undang-Undang.

Seharusnya nggak begitu lah, kita harus menghargai proses hukum yang berjalan. Kalau Pasal 82 kan sudah jelas, nggak perlu ditafsir-tafsirkan lagi. Penafsiran kan kalau maknanya belum jelas, tapi kalau Pasal 82 itu sudah jelas bahwa sidang praperadilan itu harus didahulukan secara cepat, lalu kemudian harus diputus selama 7 hari, kan sudah jelas di Undang-undang,” ujar Refa. (wap/rot)

Bagaimana menurut pembaca?