Home » News » Negara » Hankam » Saat Buru Teroris, Dua Hal Ini Pantang Dilakukan Densus 88

Saat Buru Teroris, Dua Hal Ini Pantang Dilakukan Densus 88

Saat Buru Teroris,  Dua Hal Ini Pantang  Dilakukan Densus 88

Jakarta, Tengokberita.com -Mantan teroris Sofyan Tsauri bercerita soal bagaimana hebatnya  Densus 88 dalam mengikuti sepak terjang sejumlah teroris termasuk kepada dirinya.

Namun, sepanjang pengintainnya terhadap gerak gerik teroris itu,  ada dua hal yang pantang dilakukan oleh Densus yakni saat teroris buang air besar dan saat berjimak (berhubungan) dengan istrinya.

“Ketika saya tertangkap, Densus (88) sudah punya data. Katanya, ‘Kita ikuti kamu itu 24 jam, cuma dua yang kita tidak ikuti, ketika buang air besar dan jima’ (berhubungan) dengan istri’,” kata Sofyan saat menjadi narasumber dalam sebuah diskusi di  Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

Dia lantas melanjutkan ceritanya bahwa  Densus 88 membuntutinya saat dirinya bekerja sama dengan beberapa kelompok seperti NII, Jamaah Islamiyah, Al Qaeda, dan sebagainya untuk membuat basis teroris. Densus 88 kemudian membeberkan satu per satu runtutan peristiwa yang membuatnya diikuti.

“Kamu ketemu di Stasiun Jatinegara, begini dan begitu. Kamu terima uang sekian, itu siapa orangnya?” tutur Sofyan menirukan ucapan Densus 88 kala itu. Sofyan pun menjawab, “Oh iya,” ungkap dia.

“Terus ingat, di Pasar Rebo kita tabrak kamu, lalu kita pegang Anda, kita memastikan membawa senjata atau tidak,'” imbuh Sofyan masih meniru perkataan Densus 88.

Densus 88, ungkap Sofyan, bahkan sengaja mematikan listrik di rumahnya. Dia juga berkata Densus 88 sempat masuk ke rumahnya, namun tak menangkapnya.
Belakang dia tahu mengapa Densus 88 tidak segera menangkapnya. Ternyata Densus 88, melakukan pendekatan

criminal justice model. Ini sebagai komitmen aparat untuk tidak bertindak gegabah dalam menangkap teroris. Karenanya saat ini Sofyan mendukung jika RUU Antiterorisme segera dirumuskan secara terukur.

“Bagaimana UU ini tidak melahirkan teroris baru, tidak membuat sakit hati. Karena bicara aspek sosial, bahwa hukum-hukum tersebut bisa mempunyai dampak. Kita lihat bagaimana Yaman, Suriah, itu karena pemerintah supresif pada waktu itu, itulah yang membuat gejolak masyarakat, menjadi antipati,” tandasnya. (rot)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

jad, teroris, isis

Kapolri Sebut Kelompok JAD Pelaku Teror di Mapolda Sumut

Jakarta, Tengokberita.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan dua pelaku teror di Mapolda Sumut  berinisial SP ...

Saat Buru Teroris, Dua Hal Ini Pantang Dilakukan Densus 88

Tengok Berita redaksi Berita Hari ini: 1 min
0