Satgas Anti Narkoba: Penyalahguna Narkoba Dipenjara, Salah Kaprah!

ANHAR NASUTION

Jakarta, Tengokberita.com – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Anhar Nasution menilai, penjara bukan tempat yang tepat bagi para penyalahguna narkoba. Pasalnya, di dalam penjara, para penyalahguna itu malah akan lebih parah ketergantungannya pada narkoba.

Menurut Anhar, penyalahguna narkoba seharusnya ditempatkan di panti rehabilitasi. “Para penyalahguna narkoba adalah orang yang sakit. Jadi penanganannya ya harus diobati di panti rehabilitasi, bukan di penjara. Jika dijebloskan ke penjara justru tindakan yang salah. Salah kaprah namanya,” tegas Anhar Nasution kepada Tengokberita.com, Selasa (5/12/2017).

(baca: 5 Oknum Polisi Pelaku Pungli Narkoba Harus Dipecat Tidak Hormat)

Menurut Anhar, di dalam penjara, peredaran narkoba malah lebih bebas. Hal ini menyebabkan, seorang penyalaguna narkoba bila dijebloskan ke penjara, bukannya jera dan sembuh tapi akan semakin parah tingkat ketergantungannya.

Sehingga tidak dapat dipungkiri jika ketika para penyalahguna tersebut keluar dari penjara, dia malah menyandang status sebagai pecandu. Jika pecandu, maka keluar penara tingkat kecanduannya justru meningkat,” kata mantan anggota Komisi III DPR RI ini.

Di penjara, kata Anhar, narkoba harus dipasok. Jika tidak, para tahanan akan ngamuk karena mereka sedang ketagihan (sakauw) narkoba.

Harus disupply narkoba narkoba ke dalam lapas. Kalau tidak dikasih, ngamuk. Bisa dibakar itu penjara, pusing sipir itu menangani mereka. Kalau satu orang sakit jiwanya ngamuk aja udah pusing, gimana kalau di penjara banyak orang ngamuk karena gak di kasih barang haram itu. Jadi bohong itu kalau tidak ada narkoba di dalam penjara. Ini janganlah kita tutup-tutupi, harus dipasok itu (narkoba) ke penjara agar para pecandunya tenang,” ungkap Anhar.

Solusinya, tambah Anhar, jangan jebloskan para penyalahguna narkoba ke dalam penjara. Yang dijebloskan hanya pengedar atau bandar saja.

Untuk perang melawan narkoba tidak cukup dengan penegakan hukum yang keras dan ketat. Maka sesuai pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. BNN kurang pencegahannya baik pencegahan secara dini maupun rehab. Pecandu-pecandu narkoba seharusnya ditaruh di panti rehab biar bisa dikontrol. Karena kan sekitar 60-70% penghuni (lapas) itu penyalahguna narkoba,” Anhar menambahkan. (nug)

Bagaimana menurut pembaca ?