Sekolah Menembak Perbakin Mengasah Talenta Sejak Usia Belia

19

Jakarta, Tengokberita.com– Menggunakan senjata api atau menembak dengan senjata bagi sebagian orang mungkin hal yang menakutkan. Namun menembak adalah salah satu cabang olahraga. Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) merupakan salah satu induk olahraga menembak tersebut. Di dalam olahraga menembak itu terdapat tiga kelas yakni Reaksi, Target atau Tembak Sasaran, dan Berburu.

Disamping itu, untuk menjaring atlet berbakat atau pihak-pihak yang ingin menekuni kegiatan menembak, sudah ada Sekolah Menembak Perbakin yang dikhususkan untuk belajar menembak dari segala usia dan berbagai jenis senjata angin, mulai dari pistol sampai rifle.

Bagi yang tertarik jangan khawatir, karena di sekolah ini memiliki pelatih handal, yaitu Glenn Clifton Apfel mantan atlet tembak yang kini menjadi Head Coach dan Pembina dari Sekolah Menembak Perbakin.

Di Sekolah menembak ada kelas Target atau Sasaran. Dari kelas ini terdapat bidang pendidikan yang bertujuan juga untuk menjaring dan mencari generasi muda yang diharapkan dapat menjadi atlet tembak profesional.

Sebenarnya intinya kita pembibitan ke anak-anak, bakat-bakat muda yang kita cari. Terus sosialisasinya lebih ke yang untuk umum, kupon-kupon, kita sosialisasikan, acara itu untuk marketing juga salah satu strategi kita, pengenalan senjata juga safety nya seperti apa,” ungkap Hendi selaku Asisten Pelatih di Sekolah Menembak PB Perbakin, di Jakarta.

Hendi yang baru bergabung menjadi asisten pelatih pada sekitar akhir tahun 2013 mengatakan bahwa dirinya cukup bangga dengan prestasi anak didiknya yang sudah mulai banyak menjuarai berbagai ajang bergengsi.

 

Menurut Hendi anak- anak didik di sekolah itu sudah banyak yang menyabet medali emas dan perak, baik kategori beregu maupun perorangan. Sehingga dengan semakin terlihatnya bibit muda yang sudah terasah dapat disalurkan ke Pengurus Daerah (Pengda) setempat untuk masuk ke jenjang yang lebih jauh.

“Saya bersyukurnya, ternyata anak-anak latihan gini, mereka kesibukan sekolah les, jadi benar-benar gak sempat, ada yang datangnya jam satu, ada yang pagi, tapi dengan begitupun mereka tetap bisa menunjukan talenta mereka, nah itu saya senang banget,” ujar Hendi.

Di sekolah ini pun juga tidak ada batasan umur. Sebab menurut Hendi dalam olahraga menembak selama orang tersebut bisa mengasah fokusnya maka tidak ada halangan untuk terjun di olahraga ini. Meski demikian, Hendi pun menjelaskan bahwa yang paling muda adalah anak sekitar kelas 5 SD atau usia 10 tahun. Tak jarang juga para bibit muda itu sudah semakin menunjukan taringnya di kancah nasional.

“Umur tidak ada batasan selama kita bisa jaga kondisi kebugaran kita. Rajin saja jaga kondisi seperti jogging, renang, banyak latihan beban terutama untuk tangan ya, nafas juga,” kata dia.

Untuk yang khawatir apakah anaknya aman melakukan kegiatan ini, kata dia, tenang saja, karena sudah dipastikan aman. sebab di sekolah ini pun tidak hanya sekedar berlath menembak tepat sasaran, tapi juga keamanan tetap diperhatikan oleh pelatih yang ada. Bagi yang tertarik, kisaran harganya untuk member Latihan Dasar Menembak adalah Rp 3,4 Juta dan Rp 3,6 Juta untuk kelas lanjutan per 3 bulan dengan 24 kali pertemuan.

Latihan dasar menembaknya selesai nanti kita tes, lulus, nanti grade nya dia A, B, C kita lihat dari skornya dia karena kita scoring kita kasih sertifikat, sudah lulus LDM. Jadi ada 3 tahapan, Latihan Dasar Menembak (LDM), Latihan Lanjutan Menembak (LLM), Latihan Mahir Menembak (LMM),” Hendi menambahkan.

Kata Hendi, sejauh ini murid yang aktif sekitar 30 orang, dan yang pasif pun juga sama. Jika ada yang berniat untuk menjadi bagian dari sekolah menembak PB Perbakin juga tidak dipersulit karena memang Hendi menginginkan agar orang awam pun mengetahui olahraga menembak tersebut.

“Disarankan harus punya senjata sendiri karena settingannya beda. Bladenya, bahu, pipi, settingnya jangan sering dirubah. Kalau angin dan api sebenarnya gak ada masalah kalau buat atlet,” kata dia.

Untuk yang memakai kacamata juga tidak perlu berkecil hati, karena kata Hendi banyak anak-anak yang juga menggunakan bantuan kacamata. Disamping itu, ada juga latihan yang menggunakan baju dan jaket lengkap. Hal tersebut guna melatih anak-anak agar siap dan bisa membidik dengan tepat tanpa harus ada gerakan. Sebab gerakan sedikit saja bisa membuat peluru meleset cukup jauh dari target.

Manusia punya denyut, kita nembak presisi jarak 10m itu, salah perkiraan 1 mili dari denyut sedikit itu bisa 1cm lebarnya. Sasaran itu hanya 2cm. Kalau 3 mili terjadi kesalahan di kita itu bisa jauh sekali. Dan untuk elit atlet itu sangat memalukan sekali. Bajunya itu untuk steady nya, jadi kalau bergerak itu masih bisa ketahan dari jaketnya tadi, dulu benar-benar gak bisa bergerak itu, sekarang sudah lebih lentur,” pungkas dia.

Bagaimana, seru dan aman kan? Untuk teman-teman yang tertarik bergabung menjadi bagian dari Sekolah Menembak Perbakin dapat langsung datang di Jl. Gelora No.1,Senayan, RT.1/RW.3, Senayan, Tanahabang, Kota Jakarta Pusat. (may/nug/rot)

Bagaimana menurut pembaca?