Sensasi Lembut Sate Kijang Borneo Rain Forest

57

Kuliner, Tengokberita.com-Pernah dengar menu sate kijang? Mungkin sebagian dari anda tak pernah tahu ada menu sate kijang. Karena yang lazim adalah sate ayam, atau pun sate kambing. Tapi, ini adalah sate kijang. Tampilan satenya tampak seperti sate umumnya, yaitu beberapa potongan daging ditusuk dengan sebilah runcing bambu dilengkapi sambal kacang berwarna cokelat seperti bumbu kacang pada batagor atau siomay di Jakarta.

Lantas dimana bisa menikmati menu sate kijang itu? Salah satunya di Warung Borneo Rain Forest Prapatan Jl MT Haryono, Banjarmasin Tengah.

Bagi anda yang datang dari luar daerah dan kebetulan turun di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, maka untuk menuju lokasi warung diperlukan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan taksi. Kebetulan sebagian besar sopir taksi paham dengan warung yang tidak terlalu besar itu. Hanya 5 meja di dalam warung dengan kapasitas 4 hingga 5 orang per meja. Di depan warung ada spanduk warna merah bertuliskan Sate Kijang Borneo Rain Forest.

 

Begitu tiba, anda bisa langsung memesan sate kijang untuk satu skewer/porsi yang dibandrol Rp 65 ribu.
Sepintas sate kijang tak berbeda dengan sate ayam atau sate kambing. Karena cara penyajiannya juga sama. Mungkin yang membedakan adalah sensasi makannya dan aromanya. Rasa sate kijang lembut dan tidak berbau ‘prengus’ seperti sate kambing.

Nah, bagi anda yang tidak menginginkan sate kijang, warung ini juga menyiapkan menu lain yakni sate sapi maranggi , gulai, sop, sate kambing, sate ayam kampung, sate Ayam ras dan tentunya soto banjar.

Menurut pemiliknya Abdul Hadi, warung satenya buka dari sore hingga pukul 22.00 waktu Indonesia Tengah, tapi waktunya ditambah satu jam jika kondisi warung sedang ramai.
“Kalau warung ramai kami toleransi sampai pukul 23.00,” ujar Abdul Hadi kepada Tengokberita.com.

Aji Sasongko dan Riza, dua orag pengunjung yang memesan Sate Kijang Borneo Rain Forest, mengatakan dibandingkan sate ayam, potongan sate kijang lebih besar. Selain itu, aroma sate yang dibumbui kacang makin menambah selera makan. “Ini berbeda dengan bumbu kacang sate madura. Akan makin nikmat setelah menyantap sate kijang ditutup dengan acar timun iris dadakan yang dicampur dengan irisan bawang merah dan cabe rawit disiram cuka dan gula pasir,” ujar Aji Sasongko diamini Riza.

Menurut Aji sensasi lainnya, jika selama ini dia sering melihat Kijang di Istana Bogor, sekarang bisa menikmati dagingnya. Karena itu, jika Anda kebetulan ke Banjarmasin jangan sampai terlewatkan untuk menikmati Sate Kijang Borneo itu di kawasan MT Haryono BanjarMasin Tengah, Kalimantan Selatan. (jar/rot)

Bagaimana menurut pembaca?