Sentul Akan Hadirkan Balap Malam

174
TINTON SOEPRAPTO

Sentul, Tengokberita.com – Sirkuit Sentul terus melakukan berbagai upaya guna membangkitkan gairah perbalapan nasional. Selain rutin menggelar balapan tahunan yang terbungkus dalam kegiatan Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM), Sentul juga akan melakukan gebrakan dengan berupaya menghadirkan balapan di malam hari.

Rencananya akan digelar pada Agustus 2018 mendatang. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati HUT Sirkuit Sentul yang tahun 2018 ini memasuki usia ke-25 tahun,” kata Lola Moenek, General Manager (GM) PT Sarana Sirkuit Indoutama, kepada Tengokberita.com di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

(baca: GM Sentul: JSTC Pecahkan Rekor Hadiah Balapan di Sentul)

Menurut Lola, persiapan ke arah pelaksanaan balap malam (night race) kini tengah dilakukan. Sebab balapan malam tentu akan sangat berbeda dengan balapan siang.

Balapan malam memiliki tingkat risiko yang jauh lebih tinggi dibanding balapan siang. Karena itu pihaknya harus terlebih dahulu benar-benar memastikan aspek keamanan dan keselamatan atau safety para pebalap.

LOLA MOENEK, GM Sirkuit Sentul

“Balapan malam jelas lebih berisiko karena view-nya juga berbeda. Kami harus betul-betul menjamin dan memberikan aspek safety terhadap para pebalap,” kata Lola.

Paling tidak, kata Lola, untuk balapan malam pihaknya harus memberikan penerangan yang sangat cukup di lintasan. “Ya lampu-lampu harus dipasang di sepanjang lintasan yang berukuran 3,9 km.”

Selain aspek penerangan, untuk balapan malam hari, pihaknya juga tentu harus melakukan aneka persiapan lainnya demi menjamin kepastian keamanan dan keselamatan, baik para pebalap maupun lintasan sirkuit sentul itu sendiri.

Sebenarnya, Lola menambahkan, bagi Sentul menggelar balapan di malam hari bukan sesuatu yang baru. Selama tiga tahun berturut-turut pada 1995, 1996, dan 1997, Sentul pernah melakukan balapan malam.

Hanya saja kala itu balapan yang digelar pada malam hari, berupa drag race. Jadi hanya bagian tertentu saja dari lintasan Sentul sepanjang 3,9 km yang mendapatkan penerangan dan sekaligus menjadi fokus perhatian pihak pengelola.

Sekadar membuka catatan sejarah, Lola mengisahkan bahwa pada gelaran drag race, penonton yang datang ke Sirkuit Sentul, membludak. “Podium penonton penuh, bahkan meluber. Setiap tahunnya, drag race didatangi sekitar 60.000 penonton. Mereka yang datang bukan saja berasal dari kawasan Jakarta dan sekitarnya saja, tetapi seluruh Indonesia. Bahkan dari Malaysia dan Singapura juga datang,” kisah Lola.

Mantan pebalap nasional sekaligus owner dari Sirkuit Sentul, Tinton Soeprapto yang ditemui Tengokberita.com di waktu yang sama, mengamini apa yang dikisahkan Lola.

Pokoknya waktu itu penonton membludak. Setiap tahun sekitar 60.000 penonton memadati Sentul. Ketika itu, kita sengaja datangkan mobil yang menggunakan tenaga roket, demi memberikan yang terbaik bagi bangsa. Jadi kita sudah sangat berpengalaman lah menyelenggarakan balapan malam. Cuma waktu itu memang drag race, yang tentunya berbeda dengan balapan dengan beberapa laps,” kata Tinton. (has)

Bagaimana menurut pembaca?