‘The Shape of Water’ Terinsipirasi ‘Realisme Magis’ Gabriel Garcia Marquez

96

Jakarta,Tengokberita.com- Kemenangan ‘The Shape of Water’ diwarnai isu tak sedap. Meski film ini menang di Golden Globes 2018 dan Oscar 2018, aroma tak sedap itu tetap mengemuka. Film ini dinilai menjiplak karya-karya sebelumnya.

Film garapan Guillermo del Toro yang mengisahkan cinta seorang wanita pekerja kebersihan dan makhluk laut itu disebut-sebut mirip dengan beberapa karya yang sudah rilis sebelumnya.

Ada yang mengatakan jika ‘The Shape of Water’ mirip dengan ‘The Space Between Us’yang dibuat oleh pelajar film Belanda bernama Marc S Nollkaemper.

Film berdurasi 13 menit itu bercerita seorang wanita yang jatuh cinta dengan makhluk mirip ikan di fasilitas penelitian. Cerita ini menyerupai ‘The Shape of Water’.

Terlepas dari itu, karya Guillermo del Toro sebenarnya merupakan karya film yang terinspirasi oleh tulisan-tulisan Gabriel Garcia Marquez yang menjadi Google Doodle hari ini.

Bagaimana Guilllermo dengan tegas menyampaikan bahwa cerita tentang monster disajikan dengan begitu menarik dan memukai penontonnya karena sutradara pemenang Oscar berasal dari Meksiko. “Saya orang Meksiko,” demikian dia menjawab singkat.

Namun jawaban itu ingin menunjukkan bahwa gaya naratif sastrawan besar Gabriel Garcia Marquez merasuk dalam karya filmnya tersebut.

Karena di Film ‘The Shape of Water’ Guillermo ingin mengatakan bahwa keajaiban itu bisa terlaksana saat kita menampilkan perspektif yang berbeda, meski hanya dari balik kamera.
Rachel Hatzipanagos dari The Washington Post menyatakan, bagaimana Guillermo del Toro yang juga menulis naskahnya itu juga berbicara mengenai Amerika Latin,dimana dia besar.

Itu terlihat jelas dalam ‘The Shape of Water’, Guillermo del Toro mengaduk unsur ilmiah dengan nuansa fantasi, sama seperti gaya Gabriel Garcia yang selalu mendeskripsikan novel-novel dan tulisannya dalam gaya “realisme magis” yakni menampilkan latar dunia nyata,namun dibalut degan elemen-eleman magis.

Jeronimo Arellano, pakar sastra dan budaya Amerika Latin di Brandeis University, Massachusetts mengatakan realisme magis adalah bentuk naratif yang mengambil latar lingkungan dunia nyata tetapi lingkungan itu disusupi nuansa-nuansa penuh keajaiban. Menurut dia gaya bercerita seperti itu muncul dari gerakan surealisme seusai Perang Dunia I. Sastrawan yang jadi pencetus teknik bercerita seperti itu adalah Gabriel Garcia Marquez.

Gabriel Garcia Marquez, Lelaki kelahiran 6 Maret 1927 ini kerap menggunakan realisme magis untuk memperkuat pandangan-pandangannya termasuk pandangan politiknya. Dalam berbagai tulisan, Gabriel banyak menampilkan simbolisme dan momen-momen sureal sehinga setiap unsur magis dalam ceritanya dipastikan memiliki makna.

Guillermo del Toro juga demikian. Dia sutradara yang sangat memperhatikan detail dan gemar menyematkan makna.

Keith McDonald, penulis buku “Guillermo del Toro: Film as Alchemic Art” mengatakan dia jarang  menemukan sutradara yang memiliki perhatian yang hampir kompulsif terhadap detail di setiap frame. “Anda bisa melihat satu frame gambar dan semuanya punya makna.” kata Keith McDonald. (nme/rot)

Bagaimana menurut pembaca?