Home » News » Negara » Sindikat Saracen Sebar Isu Sara Sesuai Pesanan

Sindikat Saracen Sebar Isu Sara Sesuai Pesanan

 Jakarta, Tengokberita.com – Ujaran kebencian di media sosial ternyata dibisniskan. Sindikat Saracen misalnya, kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA ternyata sesuai pesanan.
Selaian berbagi peran. Mereka juga punya ribuan akun untuk menyebar isu SARA di medsos tersebut.

Kabag Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan bahwa para pelaku memiliki ribuan akun. Akun-akun ini  beroperasi sesuai dengan kehendak pemesan.

Para pelaku ini memiliki ribuan akun misalnya kurang lebih 2.000 akun itu dia menjelek-jelekkan satu agama, ribuan lagi kurang lebih itu yang menjelek-jelekkan agama yang lain, itu yang kemudian tergantung pemesanan,” ujar Awi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Sementara Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar, mengatakan, layaknya sebuah organisasi, sindikat Saracen mempunyai struktur tersendiri. JAS (32) berperan sebagai ketua, SRN (32) sebagai koordinator wilayah dan MFT (43) sebagai bidang media informasi.

Sebagai ketua kelompok, JAS mempunyai peran untuk merekrut anggota dengan unggahan yang bersifat provokatif bermuatan isu SARA. Unggahan itu berupa narasi atau meme yang sifatnya menggiring opini masyarakat agar membenci kelompok lain.

Unggahan berupa kata-kata, narasi, meme yang tampilannya mengarahkan opini pembaca untuk berpandangan negatif,” papar dia.

Tak hanya itu, JAS mempunyai kemampuan untuk merecovery akun-akun yang diblokir. Dia juga sering berganti nomor handphone saat membuat akun Facebook.

JAS sendiri memiliki 11 akun email dan 6 akun facebook yang digunakan sebagai media untuk membuat sejumlah grup,” ucapnya.

Mengenai  MFT yang ditunjuk sebagai pengurus bidang media informasi berperan untuk menyebar ujaran kebencian lewat meme atau foto yang telah diedit sebelumnya. Dia juga kerap memposting ulang akun-akun yang membuat status terkait sentimen suku dan agama.

Sedangkan SRN yang ditugaskan sebagai koordinator wilayah mempunyai peran hampir sama dengan MFT. Dia membagikan  postingan yang bernada SARA atas nama dirinya sendiri maupun memposting ulang dari akun lain.

Tersangka SRN asalah pengurus Saracen dengan peran koordinator grup wilayah,” terang Irwan.

Selain itu, polisi menemukan beberapa sarana yang digunakan Saracen untuk menyebarkan ujaran kebencian. Konten-konten yang bermuatan SARA itu ada di grup Fb Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom.

Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan grup Saracen berjumlah lebih dari 800.000 akun.

Ketiga pelaku yang ditangkap ini dijerat dengan pasal 45A ayat 2 jo pasal 28 ayat 22 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan atau pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari JAS berupa 50 sim card, 5 hardisk CPU, 1 hardisk laptop, 4 handpone, 5 flashdisk dan 2 memory card.

Dari tersangka SRN, polisi menyita 1 handphone, 1 memory card 5 simcard dan 1 flash disk. (rot)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

tni, jokowi, g30spki

TNI: Apa Yang Dibuat Pemerintah Kita Ikuti

Jakarta, Tengokberita.com- Pemerintah berencana membuat ulang  film G30S. Film itu akan disesuaikan dengan kondisi anak-anak ...

Sindikat Saracen Sebar Isu Sara Sesuai Pesanan

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0