Home » News » Kasus » Soehatman Ramli: Ada Pembiaran, Polri Bisa Intervensi Kasus Kematian Bayi Debora

Soehatman Ramli: Ada Pembiaran, Polri Bisa Intervensi Kasus Kematian Bayi Debora

Jakarta, Tengokberita.com – Pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Soehatman Ramli menegaskan, kasus kematian bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan) di RS Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat tak sekadar kesalahan administrasi.

Dosen K3 di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta ini menilai, meski sudah mendapatkan tindakan pertama oleh dokter jaga ketika bayi Debora dibawa ke ruang IGD, toh dari informasi-informasi yang ia peroleh, ada unsur pembiaran dalam kasus tersebut.

Sebagaimana diberitakan, sebelum mengembuskan napas terakhir, bayi Debora berada di ruang IGD selama enam jam. Selama di sana, bayi Debora memang menjalani tindakan pertama dan serangkaian tes laboratorium.

Namun bayi Debora tak segera dibawa ke ruang PICU (pediatric intensive care unit) yang memiliki peralatan jauh lebih lengkap dibanding ruang ICU dikarenakan ada permasalahan administrasi. Orang tua bayi Debora hanya bisa menyediakan uang Rp7 juta dari uang muka (DP) ruang PICU sebesar Rp19,8 juta yang seharusnya dibayar.

Soehatman menyayangkan hal itu terjadi. Mestinya, sesuai peraturan undang-undang, pihak rumah sakit langsung membawa bayi Debora ke ruang PICU tanpa harus melihat ada tidaknya uang muka. Sebab, katanya, kondisi bayi Debora saat itu sangat darurat.

(Baca: Pakar Keselamatan: Kasus Bayi Debora Lebih Serius dari Kesalahan Administrasi!)

Soehatman merekomendasikan untuk memberikan hak-hak profesionalisme dokter untuk mengutamakan keselamatan pasien, karena dokter lah yang mengetahui kondisi terkini seorang pasien.

Soehatman sepakat bahwa Polri dapat meninjau kasus ini lebih dalam. Sebab ada unsur pembiaran di dalamnya dan Polri dapat menelaah pasal-pasal yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Di Inggris, keselamatan pasien adalah hal penting. Terdapat National Patient Safety Agency (NPSA) yang memonitori keselamatan pasien secara khusus.

NPSA itu di Inggris. Khusus buat keselamatan pasien. Agar menghindari insiden-insiden yang tidak diinginkan. Supaya adil dan terbuka. Seluruh dokter dan staf diberikan hak untuk melaporkan setiap insiden. Keselamatan pasien dijunjung tinggi,” kata Soehatman. (cia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Ini Kronologi Jony Tikam Selingkuhannya Gara-gara ‘Mr P’ Nya Diledek Kecil

Soehatman Ramli: Ada Pembiaran, Polri Bisa Intervensi Kasus Kematian Bayi Debora

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 1 min
0