Home » News » Urban » Taksi Online Gerus Penghasilan Pengayuh Becak di Cirebon

Taksi Online Gerus Penghasilan Pengayuh Becak di Cirebon

Cirebon, Tengokberita.com – Kehadiran angkutan berbasis aplikasi tak hanya menuai masalah di kota-kota besar dan beberapa kota penyangga Ibukota Jakarta, tapi juga terjadi di daerah seperti kota Cirebon.

 

Di Kota Udang kehadiran angkutan berbasis aplikasi seperti taksi online, cukup meresahkan angkutan konvensional yang telah lama eksis di sana. Sejak angkutan online itu hadir, praktis penghasilan angkutan kota (angkot) dan ojek konvensional, menjadi menurun.

 

Yang paling merasakan dampaknya adalah para pengayuh becak seperti Warsidi (40). Ditemui tengokberita.com saat mangkal di depan Mall Grage, Cirebon, Kamis (29/6/2017), Warsidi kini mengaku sulit mendapat penumpang sejak angkutan online hadir di kota Cirebon beberapa tahun silam.

 

“Sekarang susah mbak cari penumpang. Mereka lebih memilih untuk naik taksi online. Ya memang lebih murah sih, tapi kan kasian para pebecak yang sudah lama kerja kayak saya yang udah narik 20 tahun,” keluh Warsidi.

 

Ditanya soal penghasilan, Warsidi mengaku menurun drastis. Biasanya, kata Warsidi, dalam satu hari dia bisa narik banyak. “Sekarang bisa narik 10 penumpang aja dah syukur alhamdulillah. Seringnya sih paling 5 apa 6 penumpang sehari,” ujar ayah dari dua anak ini.

 

Warsidi dan teman-temannya satu profesi tak berharap ojek online masuk Cirebon. Sebab akan lebih menggerus lagi penghasilannya sebagai pengayuh becak.

 

“Ini baru taksi online mbak. Kalau sampai ojek online masuk Cirebon juga, gak tahu deh mbak nasib saya dan teman-teman pebecak lainnya. Ya habis sudah mata pencaharian kita selana puluhan tahun, mbak. Mau protes juga gak bisa,” ucap Warsidi penuh semangat sambil mengayuh becaknya di siang bolong di seputaran kota Cirebon.

 

Disinggung mengenai alih profesi, Warsidi mengaku tetap akan meneruskan profesinya sebagai pengayuh becak dikarenakan tidak terbiasa dengan perubahan dan tidak mampu karena keterbatasan pendidikan yang dimilikiknya.

 

“Saya punya motor, tapi udah lah itu buat anak saya berangkat sekolah aja, biar dia semangat sekolah. Anak saya kan sudah masuk SMK, biarlah dia naik motor, bapaknya ngayuh becak aja. Jangan kayaknya bapaknya bodoh. Jadinya narik becak aja,” pungkas Warsidi sambil tersenyum walau terlihat keringat mengalir deras dari muka sampai membanjir bajunya. (inz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Status Siaga, Lereng Gunung Agung Terbakar

Denpasar, Tengokberita.com – Lereng Gunung Agung Terbakar. Namun, kebakaran itu menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ...

Taksi Online Gerus Penghasilan Pengayuh Becak di Cirebon

Tengok Berita red Berita Hari ini: 1 min
0