Tampilan ‘Kece’ Mobil-mobil Retro di IRRC

Jakarta, Tengokberita.com-Ingin menyaksikan kecepatan dan tampilan ‘kece’ mobil-mobil retro? Datang saja ke Indonesia Retro Championship yang rencananya akan digelar pada Maret 2018 mendatang.

Dalam event yang digelar rutin setiap tahun itu, mobil-mobil retro dari berbagai komunitas akan hadir memeriahkan event yang masuk dalam kalender Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) tersebut.

Mobil-mobil yang hadir dalam event itu tahunnya beragam. Ada keluaran 70an, 80an hingga 90an. Mobil-mobil tersebut pernah berjaya di zamannya. Bahkan, secara tampilan masih terbilang keren dan membangkitkan nostalgia bagi penggemarnya. Mobil-mobil itu menjadi ‘mainan’, lifestyle dan kebanggaan tersendiri bagi pemilikinya dan di kalangan pencintanya sering terucap anekdot “Real Man Have a Retro Car”.

Indonesia Retro Championship itu tak lepas dari sosok Djembar Kartasasmita. Pemilik Speedy Motorsport yang bertindak sebagai promotor “Indonesia Retro Race” ini jeli menangkap kebangkitan mobil-mobil retro. Karena itulah dia mengangkat tema retro dan mulai melaksanakan event balap retro sejak 10 tahun yang lalu dan sudah masuk kalender Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM). Yang membedakan “Indonesia Retro Race” dengan balapan lainnya adalah tampilan mobil-mobil yang tetap mempertahankan ciri khasnya walaupun secara spesifikasi mesin balap telah dilengkapi dengan spek dan fitur terbaru. Pebalap-pebalapnya yang juga merupakan pecinta mobil retro juga berlomba untuk membuat tampilan mobil-mobil retronya semakin ‘ganteng’ dan menambah daya pikat tersendiri dengan berbagai nuansa pilihan.

 

 

Misalnya orisinil style maupun dimodifikasi seperti pemakaian ban donat, duck tail, spion tanduk, spoiler dll. Para pebalap pun terlihat sangat fun karena dapat berkumpul sesama pecinta mobil retro. Beberapa di antara mereka ada yang lebih sayang mobilnya rusak dibandingkan memenangkan perlombaannya.

Kejuaraan Retro Race sendiri berawal dari keinginan komunitas Speedy Motorsport yang diselenggarakan tahun 2007 dengan peserta hanya 12 mobil dan terus mengalami peningkatan peserta setiap tahunnya. Saat ini sudah memiliki peserta setia sendiri termasuk peserta dari luar negeri yaitu Robert Paul, pebalap dari Kanada.
“Indonesia Retro Race” sempat mencetak rekor peserta terbanyak dan pernah menolak peserta karena kuota starter yang dizinkan pihak Sentul Circuit tidak boleh melebihi 40 mobil peserta.  Pembagian kelas pun dibatasi tergantung modifikasi mesin dan material spare part yang digunakan, dari mulai kelas standart 1600 Cc hingga kelas bebas di atas 2000 Cc dengan mesin turbo. Adapun tahun pembuatan mobilnya dibatasi sampai tahun pembuatan 1987.

 

 

 

 

Rendison, kordinator mewakili Speedy Motorsport mengatakan, mempertahankan originalitas tampilan kendaraan sesuai zamannya tidaklah mudah dan tidak murah. Apalagi, mencari spare part bukan perkara mudah. Hal ini menjadi salah satu kendala sekaligus tantangan tersendiri bagi para komunitas balap retro.
Kendati demikian Rendy berharap Indonesia Retro Race ini terus berkembang dan ke depan makin eksis.

Kata dia, untuk tahun depan akan ada sedikit penyempurnaan regulasi yang tidak mempersulit peserta tapi tetap fair. “Ini demi menunjang faktor keamanan,” ucap pria yang juga pebalap ini. (pink)

Bagaimana menurut pembaca?