Tanjung Kodok, Lokasi Pemantauan Hilal Ramadhan

57

Lamongan, Tengokberita.com-Penentuan awal Ramadhan tak bisa sembarangan. Metoda yang digunakan oleh Umat Islam adalah adalah Hisab dan Rukyat.Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Sedangkan Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.

Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Salah satu lokasi yang sering digunakan untuk melakukan rukyat adalah Pantai Tanjung Kodok. Tengokberita.com bersama Korps Muballigh Jakarta Timur sebanyak 80 orang berkesempatan mengunjugi Tanjung Kodok, Lamongan, Jawa Timur.

KH Bahrul Ulum, M.Pd

 

Lokasi ini sejak tahun 1983 menjadi perhatian publik karena digunakan sebagai lokasi penelitian tentang terjadinya Gerhana Matahari total. Sedangkan setiap tahunnya digunakan untuk melihat bulan ( hilal ) untuk menentukan awal Bulan Ramadhan oleh Kementrian Agama RI

“Sebagian umat Islam berpendapat bahwa untuk menentukan awal bulan, adalah harus dengan benar-benar melakukan pengamatan hilal secara langsung. Sebagian yang lain berpendapat bahwa penentuan awal bulan cukup dengan melakukan hisab (perhitungan matematis/astronomis), tanpa harus benar-benar mengamati hilal. Keduanya mengklaim memiliki dasar yang kuat“, ujar KH Bahrul Ulum , M.Pd Dosen luar biasa Ahli Falaq UnMuh Surabaya kepada tengokberita.com di Aula STIKES Muhammadiyah Lamongan Jl. Raya Plosowahyu, Plalangan, Plosowahyu, Kecamatan. Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Metode penentuan kriteria penentuan awal Bulan Kalender Hijriyah yang berbeda diakui KH Bahrul menjadi perbedaan penentuan awal bulan, yang berakibat adanya perbedaan hari melaksanakan ibadah seperti puasa Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri. Namun, KH Bahrul Ulum meyakini untuk tahun ini tidak ada perbedaan hari raya. “Diperkirakan akan mulai lagi perbedaan untuk penentuan Hari raya itu 5 tahun lagi,” pungkas KH Bahrul. (jar/rot)

Bagaimana menurut pembaca?