Puluhan Tas Mewah Rita Widyasari Tak Kalah ‘Cetar’ dari Syahrini

191

Jakarta, Tengokberita.com-Siapapun tahu bahwa Syahrini adalah salah satu selebriti yang punya koleksi tas-tas mewah. Namun, wanita yang satu ini juga tak kalah ‘cetar’ dari Syahrini. Koleksi tasnya tak ada yang murah. Semuanya bermerek dan harganya puluhan juta hingga miliaran rupiah. Dialah bupati non aktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Barang-batang itu disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Kami sita 36 tas dari berbagai merk seperti Channel, Prada, Bulgari, Hermes, Celine, dan lain-lain,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Selain itu, ada sepatu sebanyak 19 pasang dalam berbagai merk seperti Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes, dan lain-lain. Kemudian ada 103 perhiasan emas dan berlian berupa kalung, gelang, cincin serta 32 jam tangan berbagai merk seperti Gucci, Tisot, Rolex, Richard Millie, Dior, dan lain-lain.

Terkait barang-barang mewahnya itu Rita Widyasari menyatakan bahwa tak semua koleksi tasnya asli. Beberapa ada yang palsu. “Biasalah cewek, saya suka beli tas. Tas saya juga tidak semuanya asli, ada juga yang palsu,” kata Rita kepada awak media.

Sekadar tahu bahwa harga tas Gucci paling murah 11 jutaan rupiah. Demikian pula tas produksi Hermes harganya mencapai miliaran rupiah.

KPK sendiri telah menetapkan Rita Widyasari yang merupakan Bupati Kutai Kartanegara 2010-2015 dan 2016-2021 serta komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin sebagai tersangka TPPU.

Rita Widyasari bersama Khairudin diduga telah menerima dari sejumlah pihak baik dalam bentuk fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa APBD selama kurun masa jabatannya sebagai Bupati dua periode yakni 2010-2015 dan 2016-2021. Dari hal itu, Rita Widyasari dan Khairudin meraup keuntungan sekitar Rp436 miliar.

Kepada keduanya disangkakan melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Pasal 3 menyebutkan ” Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan dipidana karena tindak pidana Pencucian Uang dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)”.

Sedangkan Pasal 4 “Setiap Orang yang menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber, lokasi, peruntukan, pengalihan hak-hak, atau kepemilikan yang sebenarnya atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana karena tindak pidana Pencucian Uang denganpidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?