Tengokberita.com Mediasi Pertemuan Pencipta Benyamin ‘Biang Kerok’ dan Prof Haq

1144
Syamsul Fuad (tengah) saat berdiskusi dengan Prof Muhammad Hayyan Ul Haq, SH, LLM, Phd.

Justice, Tengokberita.com – Posisi Syamsul Fuad (82) selaku penulis skenario film (Benyamin) Biang Kerok yang kini kasusnya bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, sangat kuat. Sebab Hak Cipta skenario film (Benyamin) Biang Kerok akan terus melekat pada diri Syamsul Fuad hingga akhir hayatnya ditambah 70 tahun setelah meninggal.

Dengan demikian, Syamsul Fuad memiliki peluang besar untuk memenangkan gugatan film Benyamin Biang Kerok yang kasusnya kini disidangkan di PN Jakarta Pusat. Syamsul selaku penulis skenario (Benyamin) Biang Kerok tahun 1972 mengajukan gugatan atas beredarnya film Benyamin Biang Kerok yang diproduksi Falcon Pictures dan Maxima Pictures.

(baca: Siapakah Syamsul Fuad, Si Pencipta Karakter Pengki dalam Benyamin Biang Kerok?)

Demikian dikatakan ahli hukum pidana, khususnya Hukum Hak Cipta, Prof Muhammad Hayyan Ul Haq, SH, LLM, PhD saat menerima Syamsul Fuad di Jakarta Selatan, Sabtu (2/6/2018) lalu.

Pertemuan antara Pencipta dan ahli Hukum Hak Cipta itu bisa terlaksana berkat mediasi yang dilakukan tengokberita.com atas permintaan Syamsul Fuad. Bermula dari serangkaian pemberitaan kasus kisruh film Benyamin Biang Kerok yang dilakukan tengokberita.com. Salah satu pemberitaan itu mengangkat hasil wawancara tengokberita.com dengan Prof Muhammad Hayyan Ul Haq.

Syamsul Fuad (tengah) saat berdiskusi dengan Prof Muhammad Hayyan Ul Haq, SH, LLM, Phd (kanan).

Tak lama setelah pemberitaan itu, Syamsul Fuad menghubungi tengokberita.com dan minta dipertemukan dengan dosen hukum di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia tersebut.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan bersahaja tersebut, Prof Haq menaruh kekagumannya kepada Syamsul Fuad, sebab di usianya yang sudah renta, Syamsul Fuad mau berjuang demi keadilan hukum dalam hal Hak Cipta di Indonesia. Kasus gugatan Hak Cipta di bidang film itu sendiri merupakan kasus pertama di Indonesia.

Kekaguman Prof Haq kian bertambah manakala Syamsul berkisah bahwa selama kariernya di dunia perfilaman Indonesia, Syamsul sudah menyutradarai lebih dari 20 film nasional, delapan di antaranya merupakan film yang skenarionya ditulisnya sendiri.

Sebagaimana diberitakan, Syamsul Fuad meradang tatkala dua perusahaan film memproduksi film Benyamin Biang Kerok yang filmnya dirilis secara serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 1 Maret 2018. Selaku penulis naskah film, Syamsul merasa tidak pernah dihubungi ketika Falcon Pictures dan Maxima Pictures memproduksi Benyamin Biang Kerok. (has)

Bagaimana menurut pembaca?