Transgender, Kebebasan yang Kebablasan

28
Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman.

Society, Tengokberita.com– Kehadiran transgender dianggap Pemuda Muhammadiyah sebagai sebuah kebebasan yang sudah ‘kebablasan’. Karena itu, mereka sepakat jika masalah transgender dikategorikan haram sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 57 tahun 2014.

Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman kepada Tengokberita.com mengatakan pihaknya setuju dengan langkah MUI yang menganggap kelompok LGBT itu sebagai aktivitas haram, bahkan sebagai sebuah kejahatan yang harus diluruskan. Apalagi, orientasi seksual terhadap sesama jenis adalah sebuah ‘kelainan’ yang harus segera disembuhkan.

(baca: Parisada Hindu Darma : Daripada Hidup dalam Penderitaan, Ganti Kelamin Tak Masalah)

Pedri mengingatkan bahwa Indonesia berbeda dengan negara lainnya, apakah itu budaya dan pandangan masyarakatnya, sehingga tidak bisa asal mencontoh atau mengadopsi perilaku ‘menyimpang’ yang di negara lain mungkin dianggap biasa. Sebab kebebasan di Indonesia itu dibatasi dengan nilai-nilai keyakinan lokal termasuk bertentangan dengan falsafah bangsa yakni Pancasila.

Menurut Pedri, sebagai negara yang menganut paham Pancasila sekaligus juga negara yang berketuhanan Yang Maha Esa maka paham-paham semacam LGBT itu memang ada batasnya dan harus dibatasi.

Sedangkan terhadap pihak-pihak yang berkeberatan dengan aturan dan hukum terhadap para pelaku LGBT itu, ia mengatakan, hendaknya jangan terperangkap dalam logika sesat dan mengikuti hawa nafsu. Kelompok-kelompok yang ‘berkelainan’ itu diminta untuk kembali ke jalan yang benar.

Pedri Kasman juga mengungkapkan terhadap mereka yang mengaku transgender, bahkan ingin mengubah jenis kelaminnya sesuai dengan orientasi dominan seksualnya, maka tak bisa gegabah atau asal-asalan. Karena untuk sampai ke proses itu perlu dikaji secara medis dan ditelaah secara mendalam oleh para alim ulama. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?