Tutup Pendaftaran Siswa Lebih Awal, SD Al-Azhar Syarif Tak Mau Disalahkan

206

Jakarta, Tengokberita.com – Tahun ajaran baru masih sekitar 4 bulanan lagi. Tapi ada sekolah yang sudah membuka pendaftaran lebih awal. Bahkan, proses pendaftaran sudah ditutup sejak pertengahan bulan ini. Apa alasannya? Dan apakah proses kilat semacam ini mampu menjamin hasil terbaik dalam proses penjaringan siswa oleh pihak sekolah?

Salah satunya sekolah yang didapati telah menutup proses pendaftaran siswa baru tersebut adalah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Al-Azhar Asy-Syarif Indonesia yang berlokasi di Jl. M. Kahfi, Srengseng Sawah, Ciganjur, Jakarta Selatan. Sekolah swasta lisensi Al-Azhar Kairo Mesir dan berada di bawah naungan Kementerian Agama ini sudah membuka pendaftaran siswa baru sejak Januari silam dan waktu pendaftaran hanya satu bulan.

Alhasil, banyak orangtua yang akan menyekolahkan putra-putrinya di sekolah ternama tersebut, gigit jari lantaran pendaftaran keburu ditutup. Maklum, kebanyakan sekolah, terutama sekolah Negeri, umumnya baru akan membuka pendaftaran pada bulan Maret mendatang.

Saat dikonfirmasi Tengokberita.com, Wakil Kepala Sekolah MIN SD Al-Azhar Asy-Syarif Indonesia Nur Laila mengatakan bahwa pihaknya memang sengaja membuka pendaftaran lebih awal.

Nur Laila berdalih, pembukaan pendaftaran lebih awal disebabkan sekolah MIN SD Al-Azhar Asy-Syarif Indonesia memiliki kekhususan dalam kurikulum. Karena itu, katanya, pihak sekolah berinisiatif untuk membuka pendaftaran siswa lebih awal.

Kita sudah minta ke bagian Bapendda yang mengurusi madrasah, agar didahulukan. Kita kirim surat dan sudah diacc,” kata Nur Laila kepada Tengokberita.com, Kamis (22/2/2018).

Alasan lain, pihaknya ingin menjaring siswa-siswa terbaik di sekolahnya.

Alasannya kita membuka pendaftaran terlebih dahulu karena kita nggak mungkin dapet calon murid yang sisaan dari sekolah lain, karena itu tadi, kita punya kurikulum yang berbeda dengan sekolah lain. Kan banyak sekolah-sekolah yang sebenarnya sama dengan sekolah kita seperti Avicenna,” katanya.

Kepada Nurlaela, tengokberita.com juga sempat menanyakan, mengapa waktu proses pendaftaran tidak dioptimalkan sehingga pihak sekolah dapat menjaring kesempatan lebih banyak untuk mendapatkan siswa terbaik. Namun lagi-lagi, pihak sekolah seperti tak mau disalahkan seraya mengatakan, “Kita juga sudah pasang spanduk pembukaan pendaftaran sudah dari 1 bulan yang lalu, jadi kita gak ada alasan untuk terlambat mendaftar,” katanya.

Kurikulum yang dibuat di sekolah itu memang terbilang cukup berat. Misalnya saja, untuk kelas 1 SD, syaratnya adalah calon siswa harus hafal 1 Juz Al-Quran.

Kelas 1 itu sudah harus juz amma (juz 30), kelas dua juz 28-29. Mereka 10 juz harus hafal Quran, dan materi-materi juga 300% yang kita ajarkan, maka harus anak yang benar-benar mampu di bidang itu semua,” Nur Laila menambahkan.

Ditanya soal kegiatan belajar mengajar, Nur Laila mengatakan bahwa pelajaran dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 16.00 WIB.

Jadi anak harus benar-benar sehat, orangtua yang mendukung. Banyak faktor yang kita fikirkan maka kita harus mengadakan seleksi tersebut. Seleksi tersebut sebenarnya tidak wajib karena wajib sekolah ya, tapi karena sekolah kita memang seperti ini kurikulumnya mau tidak mau supaya guru tidak capek, dan anak juga tidak tersiksa, maka kami adakan seleksi.”

Meski terbilang mematok persyaratan cukup berat, pihak sekolah mengklaim, sudah menerima 350 calon siswa. Pada 24 Februari 2018, besok, akan dilakukan tes. Dari tes itu yang akan diterima sekitar 96 siswa. (wap)

Bagaimana menurut pembaca?