Usai Pelimpahan Berkas Setnov, KPK Besok Hadiri Sidang Paperadilan

Jakarta, Tengokberita.com – Skenario Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan ‘menjegal’ sidang praperadilan jilid II yang dimohonkan Setya Novanto ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, semakin nyata.

Usai menyerahkan berkas perkara kasus megakorupsi KTP-E dengan tersangka Setya Novanto ke pengadilan, KPK menyatakan siap hadir pada sidang praperadilan Setya Novanto jilid dua yang akan digelar Kamis (7/12/2017) besok di PN Jakarta Selatan.

Ya besok kita akan hadir karena jadwal praperadilannya sudah ditunda satu minggu, tentu kita hormati apa yang sudah ditetapkan hakim di pengadilan,” kata Febri Diansyah selaku juru bicara KPK di kantornya, Rabu (6/12/2017) malam.

(baca: KPK Limpahkan Berkas Perkara Setya Novanto ke Pengadilan)

Mantan aktivis ICW tersebut menambahkan bahwa ada beberapa hal pokok gugatan yang membedakan antara praperadilan jilid I dengan praperadilan jilid II.

Salah satu yang berbeda adalah argumentasi nebis in idem. Jadi dalam praperadilan saat ini pihak pemohon mengatakan penetapan kembali SN sebagai tersangka itu melanggar prinsip nebis in idem. Prinsip ini kan di mana seseorang tidak bisa untuk kedua kalinya setelah putusan berkekuatan tetap. Tentu saja prinsip tersebut tidak mencakup dalam praperadilan, karena hal itu berbicara tentang kekuatan hukum tetap di tindak pidana korupsi,” Febri menambahkan.

Febri percaya bahwa KPK sudah siap untuk membantah seluruh argumen kuasa hukum Setya Novanto di sidang praperadilan Setya Novanto Jilid II.

Saya kira seluruh argumentasi pihak pemohon itu bisa kita jawab dengan bukti dan argumentasi yang kuat,” kata Febri.

Pernyataan Febri tentang kehadiran KPK di sidang praperadilan Setya Novanto jilid II itu disampaikan setelah Rabu (6/12/2017) sore, KPK menyerahkan berkas perkara korupsi KTP-E dengan tersangka Setya Novanto ke PN Tipikor.

Sebelumnya KPK tidak hadir dalam sidang perdana praperadilan yang dipimpin oleh hakim Kusno pada Kamis (30/11/2017). KPK beralasan bahwa pada saat itu, KPK sedang mempersiapkan bukti surat serta sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait. (wap)

Bagaimana menurut pembaca ?