Wanita-wanita Ini Lawan Putin di Pilpres Rusia

Moskow, Tengokberita.com-Pemilihan Presiden Rusia 2018 bakal dimarakkan oleh sejumlah kandidat perempuan. Setelah Aina Gamzatova mengumumkan pencalonannya, banyak wanita lain juga mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden pada Pemilu Rusia yang akan digelar pada Maret 2018.

Dilansir dari nbcnews, Journalis TV Ksenia Sobchak sudah mengumumkan bahwa dirinya akan maju sebagai calon presiden. Bahkan, ia sudah mendaftarkan diri ke Komite Pemilu Pusat. Sobchak yang juga kepala majalah fashion internasional L’Officiel edisi Rusia mengatakan akan melakukan perubahan secara perlahan-lahan. “Evoulusi bukan revolusi,” ujar wanita yang juga dijuluki Paris Hilton Rusia ini. Ayahnya, Anatoly Sobchak, adalah seorang Mayor di St Petersburg. Ia adalah mentor dari presiden Vladimir Putin sebelum jadi presiden.

Kemudian, ada Yelena Semerikova dari partai Dialog Perempuan. Yelena Semerikova, wanita berusia 60 tahun adalah mantan manajer logistik militer yang beralih ke karir politik di awal tahun 2000 an dengan menjadi ajudan para pemimpin partai Rusia Bersatu. Pada tahun 2003 ia memimpin gerakan Dialog Perempuan yang pada tahun 2012 didaftarkan kembali sebagai partai politik dengan nama yang sama. Dialog perempuan tetap merupakan organisasi mitra partai Rusia Bersatu.

(baca: Mampukah Wanita Berhijab Ini Kalahkan Putin di Pilpres Rusia?)

Ketua Komite Orang Tua Nasional Irina Volynets juga mengatakan kepada wartawan bahwa dia berencana untuk mengambil bagian dalam pemilihan presiden 2018.

Sementara itu, Menurut Kepala Komisi Pemilu Pusat, Ella Pamfilova, total sudah ada 21 calon dari partai politik dan 30 calon independen yang mendeklarasikan keinginan untuk ikut serta dalam pemilu presiden.

Pemilu Rusia dijadwalkan pada 18 Maret 2018. Namun sejauh ini, hanya satu kandidat yang telah resmi memenuhi persyaratan secara penuh, Vladimir Zhirinovsky, pemimpin veteran partai Liberal Democratic Party of Russia (LDPR). Sedangkan presiden Rusia Vladimir Putin akan kembali maju sebagai kandidat independen. Meski demikian, dukungan untuk Putin terus menguat, mulai dari partai pemegang suara mayoritas di parlemen, United Rusia dan hingga partai oposisi Fair Russia.
Calon independen lain, Gamzatova harus mengumpulkan dukungan berupa 300 ribu tanda tangan dari seluruh wilayah Rusia. Kandidat yang maju mewakili partai di parlemen tidak perlu mengumpulkan tanda tangan. (rot)

Bagaimana menurut pembaca?