Home » News » Hiburan » Sosial Budaya » Wayang Beber Kekinian, Itulah Waybemetro
wayang beber, budaya, wayang

Wayang Beber Kekinian, Itulah Waybemetro

Jakarta, Tengokberita.com – Karena beberapa alasan, maka wayang kian ditinggalkan oleh generasi muda. Selain kendala bahasa, tidak adanya inovasi dalam hal naskah juga membuat banyak kaum muda enggan menyaksikan gelaran wayang. Kondisi ini juga menimpa wayang beber.

Maka diperlukan langkah inovatif untuk mendekatkan salah satu warisan budaya ini kepada kaum muda. Inilah yang coba dilakukan sejumlah pelaku wayang beber kotemporer, termasuk Samuel Santoso Adi Prasetyo. Tujuh tahun lalu, Samuel yang kini tinggal di Depok Jawa Barat melahirkan kelompok wayang beber kontemporer yang dinamainya Wayang Beber Metropolitan.

Saya berharap Wayang Beber Metropolitan alias Waybemetro ini mampu menjembatani mata rantai yang putus antara kaum muda dengan wayang, khususnya wayang beber,” terang Samuel di acara Bincang-bincang soal Wayang Beber” pada Minggu (13/8/2017) di Museum Wayang, Jakarta.

Lewat Waybemetro, Samuel dan beberapa rekannya berusaha untuk membumikan kisah Panji dan memberikan sentuhan kekinian pada wayang yang telah berusia ratusan tahun ini. Namun Samuel menegaskan, pembaharuan ini dilakukan tanpa menghilangkan spirit wayang beber klasik. Karakter-karakter baru yang diciptakan tetap diupayakan selaras dengan kisah Panji.

(Baca: Kisah Wayang Beber yang Kian Terlupakan)

Panji, dalam perspektif Samuel, adalah sosok pengembara yang senantiasa beradaptasi dengan jamannya. Menyatu dengan dinamika yang ada, menginspirasi lingkungannya.

Sadar ataupun tidak Kita semua ini adalah Panji. Melalui metamorfosa Panji ini, kami ingin mempertegas arti penting sebuah proses yang dipengaruhi lingkungannya, yang nantinya akan muncul bentuk baru yang mampu menjadi inspirasi bahkan solusi,” ujarnya.

Maka Panji di tangan Samuel dan kawan-kawan, Panji bisa berupa tokoh-tokoh ‘hero’ yang mengungkap berbagai masalah di sekeliling kita. Dulu, tambahnya, cerita Wayang Beber mengisahkan Panji Asmarabangun yang mengembara mencari Dewi Sekartaji kekasihnya.

Kini Kami mencoba memahaminya lebih luas, Kami tak sebatas bercerita tentang Panji, karena tiap diri Kami sendiri adalah sosok Panji yang sedang megembara. Seluruh memori kolektif pengembaraan Kami tertuang dalam karya pertunjukan Wayang Beber Metropolitan,” ujarnya.

Lebih dari itu, Waybemetro, memaknai beber bukan sekadar laying yang dibeberkan. Tapi juga sebuah pengungkapan berbagai masalah yang kini dihadapi bangsa. Semisal, kisah ironi impor garam meski Indonesia merupakan salah satu Negara dengan garis pantai terpanjang di di dunia. Atau makin tergusurnya lahan persawahan, padahal sejak dulu Indonesia dikenal sebagai Negara agraris.

Ini merupakan wujud upaya kami menjadikan wayang beber sebagai sarana dialektika dengan lingkungan dan kondisi sosial bangsa kita,” tambah Samuel.

Ia berharap kerja keras ini mampu mengangkat kembali Wayang Beber yang telah dilupakan, sekaligus menjadikannya sebagai salah satu identitas bangsa serta penuntun dalam kehidupan berbangsa. (emu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Related Post

Meresahkan, Situs Nikahsirri Diblokir

Jakarta, Tengokberita.com-Keberadaan situs nikahsirri.com dinilai cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya, lewat situs ini memungkinkan pengguna untuk ...

Wayang Beber Kekinian, Itulah Waybemetro

Tengok Berita red tengokberita.com Berita Hari ini: 2 min
0