YLKI: Elpiji 3Kg Untuk Kalangan Miskin, Faktanya Semua Bisa Beli

Jakarta, Tengokberita.com– Gas elpiji 3kg di sejumlah daerah mengalami kelangkaan termasuk di wilayah Jabodetabek. Hal ini terjadi karena mekanisme kebijakan tidak jelas. Gas yang seharusnya untuk kalangan miskin ini juga dimanfaatkan oleh semua orang termasuk pihak yang kaya.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan bahwa kebijakan subsidi untuk Elpiji 3kg terdapat masalah penting yakni kebijakan (policy), dan juga implementasi kebijakan.”Jadi menurut saya memang dari sisi policy harus dipertegas kalau subsidi 3kg itu untuk masyarakat miskin, mekanismenya seperti apa,” ujar Sudaryatmo di Kantor YLKI, Kamis (7/12/2017).

Menurut dia hingga kini policy soal subsidi gas 3 kg itu tidak clear sehingga harus dibenahi. “Subsidi 3kg itu untuk masyarakat miskin, tapi di lapangan tidak ada instrumen untuk memastikan bahwa subsidi Elpiji 3kg itu hanya terdistribusi untuk orang miskin, karena faktanya ya semua orang bisa beli elpiji 3kg,” ungkap Sudaryatmo.

(baca:Warga Kelimpungan, Elpiji 3 Kg Masih Langka)

Selain itu, kata dia, persoalan juga ada di tubuh Pertamina yakni kuota alokasi yang tidak mencukupi hingga akhir tahun. Kuota alokasi subsidi Elpiji 3kg yang sudah disetujui dalam APBN seringkali sudah habis dalam satu atau dua bulan sebelum akhir tahun.

“Disini Pertamina itu menghadapi kendala, jadi kalau dia melebihi kuota, siapa yang menjamin bahwa kelebihan kuota nanti ada yang bayar? Kalau Pertamina tidak ada keputusan dari pemerintah, dia cenderung menahan atau mengurangi pasokan karena tidak ada kepastian,” ungkap Sudaryatmo.

Hal ini, kata Sudaryatmo, tidak hanya terjadi di Elpiji, melainkan pada bahan bakar premium juga terjadi hal yang sama, dimana setiap akhir tahun ada kelangkaan karena jatah kuota premium satu tahun sudah habis di bulan Oktober atau November.(nug)

Bagaimana menurut pembaca ?