Nasi Mandi, Buka Puasa Khas Arab

1888

Kuliner, Tengokberita.com – Ibadah puasa, oleh sebagian orang diidentikan dengan budaya orang Arab. Karena itu, tak heran jika di beberapa kawasan di Jakarta menyambut suasana Ramadan dengan menghadirkan nuansa Timur Tengah . Mulai dari dekorasi ruangan, lagu yang didendangkan hingga makanan yang disajikan semuanya berbau Timur Tengah atau Arab.

Salah satu tempat yanhg menawarkan suasana semacam itu adalah Restoran Arab bernama Al Sadda di Jl. Otto Iskandardinata No. 101, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Tempatnya tidak begitu besar , tetapi restoran Al Sadda salah satu tempat makan yang cukup digemari para diplomat Asing, terutama Timur Tengah dan turis turis Timur Tengah yang sedang berada di Jakarta.

Di tempat ini anda bisa berbuka dan sahur dengan hidangan khas Timur Tengah. Misalnya ada roti maryam, kebab, kari kambing ataupun nasi biryani. Selain itu, bila terbiasa makan dengan sendok dan garpu, bila masuk ke tempat ini, anda harus makan dengan jari jemari. Karena tidak mungkin mencocol atau mencelup roti ke dalam kuah kari dengan sendok.

(Baca:Oseng-oseng Mercon Bikin Lidah Langsung Meledak )

Begitu pula saat menikmati humus. Kalau memakai garpu atau sendok, tentu sangat merepotkan.

Saat Tengokberita.com mengunjungi tempat ini, mencoba makanan pembuka. Pilihannya, menu makanan 1/4 Lamb Mandi untuk porsi 3 – 4 orang.

Menu ini termasuk sajian utama Al Sadda, karena menurut pramusajinya kalau menu ini bisa dimakan beramai-ramai, tinggal pesan minumannya saja. Tidak nunggu lama, pesanan pun datang. Satu-satu menu paket keluar disajikan. Mulai dari potongan Jeruk Lemon, Bawang Bombay dan 4 mangkok Marak Lahm. Marak Lahm ini adalah sop kambing tanpa santan dan bening berwarna kekuningan. Kuahnya dihirup sebagai netralisir makanan Nasi Lamb Mandi yang bener-bener kering.

Biasanya makannya disiram di daging atau iga kambing yang disajikan di Nasi Mandi. Lalu setelah itu datang menu 2 Roti Canai dan 2 Idham Musyakal (Lahm). Idham Musyakal ini cocolan dari roti canai yang kental dan rasa kari yang khas. Disajikan diawal sebagai pembuka makanan sebelum ke menu utamanya. Selain Idham ada beberapa cocolan sambelnya juga. Terakhir adalah nasi mandi. Ternyata porsinya banyak. Pantas saja jika dibilang bisa dimakan oleh 4 orang. Nasi Mandi disajikan dengan loyang aluminium yang besar. Di atas Nasi Mandinya terdapat 1/4 daging kambing. Pas dicoba,.. hmm.. dagingnya empuk banget, nggak alot. Uniknya , nggak ada sedikitpun bau kambing. Bahkan, ketika masuk ke restoran, tak ada sedikitpun bau kambing. Ingin mencoba? Silahkan dating saja. (jar/rot)

Bagaimana menurut pembaca?