Diterpa isu, Plt Kadis PUPR Kampar Amga Tunjukkan Sikap Tenang dan Santai

Diterpa isu, Plt Kadis PUPR Kampar Amga Tunjukkan Sikap Tenang dan Santai
Plt Kadis PUPR Kampar Afrudin Amga

KAMPAR — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar, Afrudin Amga, menjadi sorotan publik menyusul beredarnya isu yang menyebut hubungan dirinya dengan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, tidak harmonis.

Menanggapi kabar tersebut, Amga memilih bersikap santai. Ia menilai, sebagai pejabat publik, dirinya tidak terlepas dari berbagai pemberitaan, baik yang bernada positif maupun negatif.

“Biasalah, apalagi ini berita yang katanya-katanya, tidak perlu ditanggapi betul,” ujar Amga saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).

Di sisi lain, sejumlah pihak menduga munculnya isu tersebut berkaitan dengan rencana pembukaan assessment untuk sejumlah jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai, dinamika itu kerap memunculkan spekulasi.

“Mungkin ada yang ingin mengisi posisi tersebut, sehingga muncul isu-isu seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kampar, Nur Adlin, menilai pemberitaan mengenai retaknya hubungan antara Plt Kadis PUPR dan Bupati Kampar memiliki sejumlah kejanggalan.

Menurut dia, karakter kepemimpinan Bupati Kampar yang dikenal detail dalam memberikan instruksi membuat kecil kemungkinan terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas.

“Setahu saya, Bupati Ahmad Yuzar sangat detail dalam memberikan arahan, sehingga tidak mungkin terjadi salah tafsir oleh bawahannya,” kata Nur Adlin.

Ia juga menyoroti penggunaan istilah “retak” dalam pemberitaan yang dinilai kurang tepat.

“Istilah retak itu biasanya digunakan dalam hubungan horizontal. Sementara antara kepala dinas dan bupati adalah hubungan atasan dan bawahan,” ujarnya.

Nur Adlin menegaskan, posisi kepala dinas sepenuhnya berada dalam kewenangan kepala daerah. Kepala dinas, lanjut dia, bertugas menjalankan program yang telah ditetapkan oleh bupati.

“Tidak ada program kepala dinas, yang ada adalah program bupati yang dijalankan oleh perangkat daerah,” tuturnya.

Ia pun mengimbau semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana dengan narasi yang berpotensi memecah belah, terlebih masih dalam suasana Syawal.

“Momentum halal bihalal seharusnya menjadi ajang untuk saling merangkul dan menjaga kesejukan,” katanya.

Reporter : Dir

#Bupati Kampar #amga plt kadis pupr kampar