Akhir Juli Belum Terealisasi, Bantuan Modal UMKM Kampar Rp1,5 Miliar Masih Tertahan

Akhir Juli Belum Terealisasi, Bantuan Modal UMKM Kampar Rp1,5 Miliar Masih Tertahan
Kantor DisdagkopUMK kampar Jl Jend Susirman Bangkinang

BANGKINANG – Program Bantuan Modal Usaha bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Disdagkop UMK) hingga menjelang akhir Juli 2026 belum juga direalisasikan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), paket Bantuan Modal Usaha UMKM dengan Kode RUP 42401656 merupakan kegiatan swakelola tipe IV yang dilaksanakan melalui kelompok masyarakat.

Program tersebut diperuntukkan bagi 600 penerima dengan sumber pendanaan APBD Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1,5 miliar. Dengan pagu anggaran tersebut, masing-masing pelaku UMKM diperkirakan menerima bantuan sekitar Rp2,5 juta.

Menanggapi belum berjalannya program tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kabupaten Kampar, Syarifuddin, mengatakan kegiatan belum dapat dilaksanakan karena masih terkendala persoalan administrasi pada akun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

"Kegiatan belum berjalan. Kriteria penerima bantuan adalah pelaku UMKM yang telah mengikuti diklat UMKM serta diusulkan oleh camat dan kepala desa," ujar Syarifuddin di Bangkinang Kota, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan sempat terhambat lantaran akun KPA yang digunakan masih terdaftar sebagai penyedia jasa pada aplikasi Batobo milik koperasi.

"Sudah di-KPA-kan, namun terkendala akun karena masih terdaftar sebagai penyedia jasa Batobo (koperasi). Saat ini sedang diurus dan solusinya dilakukan penggantian akun KPA," jelasnya.

Meski hingga akhir Juli program belum berjalan, Syarifuddin tetap optimistis bantuan modal bagi 600 pelaku UMKM tersebut dapat direalisasikan sebelum berakhirnya Tahun Anggaran 2026.

"Kami optimistis kegiatan ini tetap bisa dijalankan pada tahun 2026 setelah persoalan administrasi akun KPA selesai," katanya.

Menanggapi dugaan bahwa program bantuan modal UMKM hanya akan dinikmati oleh orang-orang tertentu atau pihak yang dekat dengan penguasa, Syarifuddin membantah tudingan tersebut.

"Itu isu yang dibuat media, tidak berdasarkan sumber yang valid," tegasnya.

Ia juga menilai informasi yang berasal dari masyarakat tidak bisa serta-merta dijadikan dasar karena menurutnya kondisi masyarakat saat ini sudah dipengaruhi kepentingan politik.

"Sumber dari masyarakat juga tidak bisa karena masyarakat sudah berpolitik," tukasnya.

(Dir)

#Kampar #Bantuan #UMKM