PEKANBARU — Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat komitmen pemerataan pembangunan melalui percepatan akses listrik bagi masyarakat di wilayah perdesaan, khususnya desa-desa yang masih berada di kawasan terisolir. Upaya tersebut ditindaklanjuti Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., melalui Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) bersama PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau di Pekanbaru, Rabu (16/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Pemkab Kampar secara resmi menyampaikan usulan 555 titik pemasangan listrik baru. Usulan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendorong perluasan jaringan listrik sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses energi mendapat perhatian.
Wabup Misharti hadir bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kampar Drs. Muhammad, M.Si., serta Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kampar Irwan, AR., S.Pi. Rapat dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Riau Dr. H. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., dan diikuti jajaran PLN serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Misharti menyampaikan bahwa Pemkab Kampar juga tengah melakukan penataan kawasan Candi Muara Takus dengan luas zonasi sekitar 136,6 hektare. Penataan kawasan strategis tersebut membutuhkan identifikasi aset serta penyelarasan tata ruang, terlebih kawasan Candi Muara Takus berdampingan dengan zona infrastruktur PLTA Koto Panjang milik PLN.
"Kita membutuhkan sinergi dan penyelarasan tata ruang agar pengembangan kawasan Candi Muara Takus dan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan optimal, sekaligus tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Misharti.
Selain kawasan Candi Muara Takus, Pemkab Kampar menyampaikan persoalan pembangunan jaringan listrik menuju desa-desa terisolir di sepanjang jalur Sungai Subayang, termasuk Desa Tanjung Belit dan Muara Bio di Kecamatan Kampar Kiri Hulu hingga Pangkalan Serai. Karena sebagian jalur berada di kawasan konservasi, diperlukan koordinasi dengan Balai Besar KSDA Riau serta mekanisme penyelesaian regulasi agar pembangunan jaringan dapat dilaksanakan.
"Kita ingin berbagai kendala di lapangan dapat dicarikan solusi bersama. Dengan dukungan PLN, Pemprov Riau dan BKSDA, harapan kita akses listrik bagi masyarakat di wilayah terisolir bisa semakin cepat diwujudkan," kata Misharti.
Melalui usulan 555 titik listrik baru tersebut, Pemkab Kampar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemerataan akses energi hingga ke pelosok daerah. Sinergi bersama PLN, Pemprov Riau dan BKSDA Riau diharapkan mampu mempercepat penyelesaian persoalan perizinan, tata ruang dan kondisi geografis, sekaligus mendukung terwujudnya Riau Terang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar.