KAMPAR — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Kampar, Riau. Sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara situasional karena kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
Kebijakan PJJ mulai diterapkan pada Selasa-Rabu (8-9/9/2026). Berdasarkan data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar, kualitas udara pada Selasa (8/9) mencapai angka 120 atau kategori tidak sehat. Parameter kritis yang terpantau adalah PM2,5.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Hermi, mengatakan PJJ tidak diterapkan secara serentak di seluruh sekolah. Kebijakan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.
"Sekolah diberi kebebasan melaksanakan belajar jarak jauh kalau kualitas udaranya sudah membahayakan anak-anak, dengan berkoordinasi dengan Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan," kata Hermi, Selasa (8/9/2026).
Hermi menyebut sejumlah sekolah di Kecamatan Siak Hulu, Tambang, dan Tapung telah menerapkan pembelajaran daring. Namun, tidak seluruh sekolah di tiga kecamatan tersebut menjalankan PJJ.
"Dari laporan korwil yang diterima, sekolah-sekolah yang daring ada di Siak Hulu, Tambang, dan Tapung yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru. Tapi tidak semua sekolah di kecamatan tersebut," jelasnya.
Menurut Hermi, jumlah sekolah yang menerapkan PJJ masih bisa berubah mengikuti kondisi kualitas udara. Sekolah dapat kembali menggelar pembelajaran tatap muka jika udara dinilai sudah aman bagi siswa dan guru.
"Penerapannya tergantung situasi, sampai asap tidak lagi membahayakan anak-anak kita," ujarnya.
Bagi sekolah yang masih menggelar pembelajaran tatap muka, Disdikpora meminta perlindungan terhadap siswa dan tenaga pendidik diperketat. Salah satunya dengan memastikan siswa dan guru menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Sekolah dan masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara, terutama di wilayah yang terdampak kabut asap.
Data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 15.00 WIB menunjukkan angka ISPU 120 atau kategori tidak sehat, dengan PM2,5 sebagai parameter kritis. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan sekolah dalam menentukan pola pembelajaran sementara.
(Dir)
#Kampar #kabut asap #sekolah daring