Baiko Gulo Belum Ditemukan, Pencarian di Sungai Kampar Resmi Dihentikan

Baiko Gulo Belum Ditemukan, Pencarian di Sungai Kampar Resmi Dihentikan

KAMPAR – Operasi pencarian terhadap Baiko Gulo, korban yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, resmi dihentikan pada Senin (10/8/2026).

Penghentian operasi pencarian dilakukan setelah tim gabungan melaksanakan pencarian selama beberapa hari sejak korban dilaporkan hilang setelah diduga melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, pada Selasa (4/8/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, mengatakan operasi pencarian secara resmi dihentikan dan selanjutnya dilakukan pemantauan oleh Satgas Gabungan.

"Untuk hari ini, Senin 10 Agustus 2026, operasi pencarian korban Baiko Gulo dinyatakan dihentikan. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan oleh Satgas Gabungan selama tujuh hari," ujar Adi Candra Lukita.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut setelah operasi pencarian intensif yang melibatkan unsur Basarnas, BPBD Kampar, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.

Sebelumnya, tim gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar dengan memperluas radius pencarian dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Berdasarkan laporan kejadian, korban diketahui mengendarai sepeda motor dan berhenti di Jembatan Rantau Berangin. Setelah itu, korban diduga melompat dari atas jembatan hingga kemudian tenggelam dan terbawa arus Sungai Kampar.

Korban diketahui bernama Baiko Gulo, laki-laki berusia 25 tahun, warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Reza

(Dir)

#Pria #Sungai Kampar #tenggellam