Anggota DPRD Riau Ini Soroti Polemik SDN 007 Sungai Agung di Kampar, Minta Pemerintah Tak Alergi Kritik

Anggota DPRD Riau Ini Soroti Polemik SDN 007 Sungai Agung di Kampar, Minta Pemerintah Tak Alergi Kritik
Amal Fatullah, anggota DPRD Riau

KAMPAR - Polemik terkait kondisi SDN 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung  Kabupaten Kampar, yang videonya viral di media sosial mendapat perhatian dari anggota DPRD Riau asal Kampar,vAmal Fatullah.

Anggota Komisi 1 DPRD Riau ini menilai pemerintah daerah telah menunjukkan respons dengan turun melihat kondisi sekolah di lapangan. Langkah itu, menurutnya, patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan pendidikan.

Namun, Amal juga menyoroti respons yang muncul dalam polemik tersebut. Menurutnya, permintaan klarifikasi dan permintaan maaf kepada pihak yang menyampaikan kondisi sekolah dinilai kurang bijak jika tidak dibarengi dengan upaya mencari akar persoalan.

"Kita apresiasi respons yang dilakukan pemerintah melalui ibu Wabup yang turun melihat kondisi di lapangan," ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Politisi PKS Riau ini mengatakan, persoalan tersebut sebaiknya tidak berujung pada saling menyalahkan. Semua pihak, kata dia, perlu membangun satu persepsi untuk bersama-sama memperbaiki kondisi pendidikan di daerah.

Menurut Amal, pemerintah Kabupaten Kampar perlu segera memastikan status dan kondisi sekolah tersebut sesuai regulasi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekolah itu merupakan kelas jauh yang masih berinduk pada sekolah dasar lain sehingga belum tercatat sebagai sekolah tersendiri.

"Informasi yang kami baca dan kami dengar, sekolah tersebut belum terdaftar karena masih kelas jauh yang berinduk kepada SD lain," katanya.

Ia juga meminta kepala sekolah induk bersama perangkat desa setempat melakukan konfirmasi mengenai kondisi kelas jauh tersebut. Terlebih, informasi yang diterima menyebutkan jarak antara sekolah induk dengan lokasi kelas jauh mencapai sekitar 8 kilometer.

Persoalan fasilitas juga menjadi perhatian. Ia mempertanyakan mengapa selama puluhan tahun fasilitas sekolah belum memadai, padahal sekolah negeri mendapatkan alokasi fasilitas pendidikan.

"Kalau memang sekolah ini kelas jauh, perlu dikoordinasikan dengan kepala sekolah induk. Seharusnya fasilitas atau bantuan yang diterima sekolah induk juga bisa didistribusikan untuk mendukung kelas jauh," jelasnya.

Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar 23 tahun. Selama ini, kebutuhan sekolah disebut banyak diupayakan secara swadaya oleh para guru.

Karena itu, ia meminta kontribusi para guru di lokasi tersebut juga mendapat apresiasi. Menurutnya, persoalan fasilitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya berujung pada permintaan klarifikasi atau permintaan maaf.

Ia kemudian menyampaikan tiga poin penting agar persoalan serupa tidak kembali menimbulkan polemik. Pertama, masyarakat dan pihak sekolah tidak perlu takut menyampaikan informasi terkait kekurangan fasilitas pendidikan.

"Kedua, pemerintah jangan alergi menerima kritik dan masukan. Ketiga, masyarakat juga harus bijak merespons apa yang sudah dilakukan pemerintah maupun guru yang menyampaikan informasi," ujarnya.

Menurutnya, apabila ketiga pihak tersebut dapat membangun komunikasi yang baik, persoalan pendidikan tidak perlu berkembang menjadi polemik dan saling menyalahkan di ruang publik.

(Dir)

#sdn 007 sungai agung #Amal Fatullah #dprd riau