KAMPAR — Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menangani kondisi SD kelas jauh SDN 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung, yang menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Kepala BPMP Provinsi Riau Nilam Suri menyampaikan apresiasi tersebut saat mengunjungi langsung sekolah yang berada di wilayah Sungai Agung. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi sarana dan prasarana sekaligus proses pembelajaran yang berlangsung.
Nilam mengatakan, sekolah tersebut merupakan kelas jauh dari SDN 007 Sungai Agung yang sekolah induknya berada di Dusun I Sungai Agung. Sekolah itu telah berdiri sejak 2004 dan kini melayani 18 siswa dengan tiga ruang kelas. Proses pembelajaran masih dilakukan dengan sistem kelas rangkap.
“Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 2004. Artinya, sudah 22 tahun memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Kami melihat langsung kondisi sekolah dan proses pembelajaran yang berlangsung,” kata Nilam, dikutip dari unggahan Facebook BPMP Provinsi Riau yang di upload Selasa (29/9/2026).
Selain kondisi sarana pendidikan, BPMP Riau juga menyoroti dedikasi guru yang selama bertahun-tahun tetap memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Salah satunya Rohmawati, guru yang telah mengabdi selama 22 tahun di sekolah tersebut.
Menurut Nilam, viralnya kondisi sekolah justru dapat menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan. Ia juga mengapresiasi Bupati Kampar Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Misharti yang dinilai cepat merespons persoalan tersebut dengan turun langsung ke lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Bupati Kampar Bapak Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Ibu Misharti yang langsung memberikan perhatian terhadap kondisi SD kelas jauh ini,” ujarnya.
Nilam menyebut Pemkab Kampar telah menunjukkan komitmen membangun dua ruang kelas permanen, disertai fasilitas pendukung seperti toilet dan sarana air bersih. Menurut dia, penanganan sekolah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memastikan keamanan, kenyamanan dan mutu proses pembelajaran.
BPMP Riau, kata Nilam, akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan sekolah tersebut dapat memperoleh dukungan. Program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan diharapkan dapat menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari sekolah induk.
BPMP Riau juga akan mendorong pendataan sekolah kelas jauh lainnya di Provinsi Riau yang belum mendapatkan perhatian optimal. Langkah tersebut diperlukan agar persoalan serupa dapat teridentifikasi dan ditangani secara lebih sistematis.
“Kita juga akan melakukan pendataan, apakah masih ada sekolah kelas jauh lain yang selama ini belum terlihat oleh kita. Yang paling penting adalah anak-anak harus mendapatkan pendidikan yang aman, nyaman dan bermutu,” kata Nilam.
Terkait viralnya kondisi SD kelas jauh SDN 007 Sungai Agung, Nilam berharap perhatian publik menjadi momentum perbaikan, bukan ruang untuk saling menyalahkan.
“Video yang viral ini membuka ruang bagi siapa saja untuk memberikan masukan. Kami berharap masukan disampaikan secara positif sehingga benar-benar memberikan manfaat dan mendorong perbaikan,” ujarnya.
Nilam berharap sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak di Sungai Agung.
“Kami berharap perhatian ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan belajar anak-anak di Sungai Agung,” pungkasnya.
Penulis : Dirman
#kelas jauh SDN 007 sungai agung #bpmp riau