KAMPAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya suhu udara akibat fenomena El Nino.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar, Azwan, usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dah Lahan (Karhutla) di lapangan pelajar Bangkinang Kota Kabupaten Kampar, Kamis (4/6/2026).
Menurut Azwan, apel kesiapsiagaan yang digelar menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh unsur terkait siap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga November 2026.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, fenomena El Nino diperkirakan akan menyebabkan cuaca lebih kering. Puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi sangat tinggi,” ujar Azwan.
Ia menjelaskan, suhu udara selama periode tersebut diperkirakan berkisar antara 35 hingga 38 derajat Celsius. Kondisi ini berpotensi mengurangi ketersediaan sumber air, terutama di wilayah gambut dan lahan mineral yang rentan terbakar.
“Curah hujan masih ada, tetapi jumlahnya sangat rendah. Akibatnya, sumber air semakin menipis dan potensi kebakaran meningkat, khususnya di daerah gambut,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kampar bersama TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Basarnas, Manggala Agni, serta berbagai unsur lainnya telah meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan.
Azwan juga meminta para camat dan kepala desa aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, tindakan pembakaran lahan dapat dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Jika ditemukan pelanggaran, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, ia berharap masyarakat dapat melakukan upaya penanganan awal apabila menemukan titik api sebelum melaporkannya kepada petugas.
“Kalau ada kebakaran skala kecil, diharapkan masyarakat, pemerintah desa, atau kelompok peduli api dapat melakukan pemadaman awal terlebih dahulu sebelum tim dari kabupaten turun ke lokasi,” ujarnya.
Terkait kesiapan personel dan peralatan, Azwan memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam penanganan karhutla telah disiagakan, termasuk armada pemadam kebakaran yang berperan penting dalam menyuplai air ke lokasi-lokasi yang mengalami keterbatasan sumber air.
Saat ini, Kabupaten Kampar telah menetapkan status siaga karhutla. Status tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi dini menghadapi musim kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran lahan di wilayah tersebut.
“Sejak Juni ini kami sudah memasuki status siaga. Seluruh potensi yang ada terus kami gerakkan untuk melakukan mitigasi dan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Azwan.
(Dir)
#Kampar #BPBD #el nino #cuaca