Realisasi Fisik PUPR Kampar Triwulan III Capai 49,70 Persen, Dikebut hingga Akhir Tahun

Realisasi Fisik PUPR Kampar Triwulan III Capai 49,70 Persen, Dikebut hingga Akhir Tahun
Plt Kadis PUPR Kampar,Arief Dwi Kurniawan,ST

KAMPAR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar terus mengejar target realisasi pekerjaan hingga penghujung tahun 2026.

Memasuki triwulan III, realisasi fisik pekerjaan di lingkungan PUPR Kampar tercatat mencapai 49,70 persen dari target yang direncanakan sebesar 52 persen.

Sementara itu, realisasi keuangan berada di angka 45,79 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kampar, Arief Dwi Kurniawan,ST  mengatakan capaian tersebut masih menyisakan selisih antara target dan realisasi. Namun, pihaknya memastikan percepatan pekerjaan akan dilakukan karena saat ini sudah memasuki triwulan IV.

"Kalau untuk realisasi PUPR tahun ini, di triwulan ketiga rencana kami 52 persen, terealisasi 49,70 persen. Ada sedikit deviasi," ujar Arief, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, sejumlah kegiatan saat ini masih dalam proses pengerjaan. Sebagian lainnya bahkan telah selesai 100 persen.

PUPR Kampar juga tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah kegiatan yang belum berjalan maksimal. Evaluasi tersebut mencakup validasi pekerjaan hingga inventarisasi persoalan dalam perencanaan.

"Langkah yang kita ambil pertama tentu percepatan. Kemudian kita monitoring kembali pekerjaan-pekerjaan yang belum terlaksana dan kita validasi lagi," katanya.

Ia menjelaskan, apabila ditemukan kesalahan atau ketidaksesuaian dalam perencanaan, pihaknya akan melakukan perbaikan agar dapat dimasukkan dalam pergeseran APBD Perubahan 2026.

Namun, waktu pelaksanaan juga menjadi perhatian. Sebab, apabila kegiatan baru dimasukkan dalam perubahan anggaran sementara waktu pelaksanaan sudah terlalu sempit, maka akan kembali dilakukan peninjauan.

"Karena waktu antara perubahan sampai akhir tahun sudah semakin mepet," ujarnya.

Harga Material Jadi Salah Satu Kendala

Arief menyebut, secara umum tidak terdapat kendala besar dalam pelaksanaan kegiatan PUPR. Namun, terdapat persoalan internal terkait penetapan harga dan penyesuaian harga pasar.

Menurutnya, perubahan harga material menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pelaksanaan pekerjaan.

"Kemarin penetapan harga HPS juga mengalami keterlambatan. Ada kenaikan harga sehingga kita harus melakukan penyesuaian dengan harga pasar," jelasnya.

Ia mencontohkan kenaikan harga minyak yang turut berdampak terhadap harga material pekerjaan jalan, termasuk aspal dan AC-DC.

Perubahan harga tersebut harus diantisipasi agar nilai pekerjaan tetap sesuai dengan kondisi pasar dan tidak merugikan penyedia jasa.

"Kalau kita menetapkan harga terlalu rendah, penyedia juga tidak mau mengerjakan. Jadi harus dilakukan penyesuaian harga dan survei pasar," katanya.

Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum maksimal, PUPR Kampar optimistis realisasi dapat terus digenjot hingga akhir tahun.

Arief berharap target 100 persen dapat tercapai sehingga pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan pemerintah daerah bisa dirasakan langsung masyarakat.

"Insya Allah dengan tercapainya 100 persen, infrastruktur bisa semakin lancar sesuai keinginan Pak Bupati. Yang paling penting, dampaknya bisa dirasakan masyarakat dan roda ekonomi juga bisa berputar," pungkasnya.

(Dir)

#PUPR Kampar #realisasi #fisik