?KAMPAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar mengizinkan sekolah tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP di wilayah terdampak kabut asap untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Sabtu (10/10/2026) dan Senin (12/10/2026).
Kebijakan ini diambil setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan tersebut menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori berbahaya.
?Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, menjelaskan bahwa izin PJJ ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla. Pelaksanaan PJJ disesuaikan dengan kondisi ISPU di kecamatan masing-masing.
?"Satuan pendidikan di kecamatan yang tidak terdampak kabut asap tetap melaksanakan pembelajaran secara luring atau tatap muka," kata Helmi, Jumat (9/10/2026).
?Helmi mengimbau pihak sekolah yang memberlakukan PJJ untuk segera menginformasikannya kepada orang tua siswa. Orang tua diharapkan memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan tidak beraktivitas di luar ruangan selama kabut asap belum membaik.
?Sementara untuk sekolah di kawasan yang dinilai aman dan tetap menggelar pembelajaran tatap muka, Disdikpora meminta agar sirkulasi udara kelas diperhatikan, kebersihan sekolah dijaga, serta siswa diingatkan untuk memperbanyak konsumsi air putih. Siswa yang mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, pusing, atau iritasi mata juga diimbau segera mendapatkan penanganan medis.
?Terkait distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah penerima diminta berkonsultasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat agar asupan nutrisi peserta didik tetap terpenuhi selama masa PJJ. Evaluasi mengenai metode pembelajaran untuk hari-hari berikutnya akan terus dilakukan berdasarkan perkembangan kualitas udara.
?Berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) Kabupaten Kampar pada Jumat (9/10/2026) pukul 15.00 WIB, angka ISPU tercatat mencapai 344 dengan parameter kritis PM2.5, yang berarti masuk kategori berbahaya. Partikel halus PM2.5 ini rentan memicu masalah kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan.
?Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah serta mengenakan masker pelindung polusi jika terpaksa berpergian. Saat ini kondisi cuaca di Kampar terpantau kabur dengan jarak pandang sekitar tiga kilometer.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kampar.
(Dir)
#disdikpora kampar #pjj