PEKANBARU – Di Ulang Tahun ke-56, Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, meluncurkan buku karyanya berjudul Tenun Akar dalam acara yang digelar di Miranda Convention Center (MCC) Pekanbaru, Minggu malam (1/11/2026).
Dalam peluncuran tersebut, Misharti mengangkat persoalan peran keluarga, keadilan gender, pemberdayaan perempuan hingga kepemimpinan yang berlandaskan tanggung jawab.
Misharti mengatakan, buku Tenun Akar lahir dari perjalanan dan perenungannya selama berkecimpung di dunia pendidikan serta menjalankan amanah di ruang publik.


Menurutnya, keluarga merupakan akar yang membentuk karakter seseorang, sementara kehidupan bermasyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar tanggung jawab tidak hanya dibebankan kepada satu orang.
"Perempuan bukan semata-mata sebagai pelengkap rumah tangga, melainkan manusia utuh yang memiliki hak, akal, serta tanggung jawab atas tubuh dan masa depannya. Perempuan berdaya adalah ia yang memiliki ruang nyata dalam pengambilan keputusan," ungkap Misharti.
Ia juga menegaskan, kepemimpinan bukanlah hak istimewa untuk bertindak semena-mena, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan melalui keteladanan dan musyawarah.
Nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan falsafah masyarakat Kampar, yakni Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajoghangan, yang mengikat pemerintah, alim ulama, dan ninik mamak untuk bersama-sama menjaga serta membina generasi penerus.
Misharti berharap, buku Tenun Akar tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang keadilan, pembagian tanggung jawab dalam keluarga, dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
"Semoga dari pembacaan itu ada anak yang lebih didengarkan, ada beban yang mulai dibagi, dan ada masyarakat yang dilayani dengan lebih baik," harapnya.
Ia menutup mukadimah dengan pesan, "Semoga yang baik terus kita wariskan, dan yang melukai cukup berhenti pada kita."
Buku Tenun Akar menjadi karya keempat Misharti yang merefleksikan perjalanan, pengalaman, serta pemikiran tentang bagaimana keluarga menjadi fondasi dalam membentuk karakter, bagaimana perempuan mengambil peran dalam kehidupan, dan bagaimana kepemimpinan seharusnya dijalankan dengan ketulusan, nilai-nilai kemanusiaan, serta kedekatan dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, sejumlah tokoh yang pernah menjabat sebagai gubernur, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Ny. T. Nurheryani Ahmad Yuzar, Ketua DWP Kabupaten Kampar Ny. Yuni Pratiwi Sari Ardi, pimpinan BUMN dan BUMD, serta tamu undangan lainnya. Peresmian Masjid Ashabul Miranda dan Miranda Convention Center (MCC) turut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan tersebut.
(Man)
#Misharti #tenun akar #buku