Dispusip Rohul Gelar Lomba Bertutur SD/MI, Bunda Literasi Dorong Anak Lebih Kreatif dan Percaya Diri

Dispusip Rohul Gelar Lomba Bertutur SD/MI, Bunda Literasi Dorong Anak Lebih Kreatif dan Percaya Diri

ROHUL - Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Rokan Hulu menggelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Dispusip itu digelar untuk meningkatkan budaya gemar membaca dan literasi anak sejak dini.

Sebanyak 16 peserta terbaik dari masing-masing kecamatan tampil membawakan cerita dengan gaya dan kreativitas berbeda. Mereka tak hanya mengandalkan kemampuan berbicara, tetapi juga menggunakan alat peraga dan kostum yang disesuaikan dengan tema cerita.

Bunda Literasi Kabupaten Rokan Hulu, Yeni Dwi Putri, hadir langsung memberikan dukungan kepada para peserta. Ia menilai lomba bertutur menjadi wadah penting untuk melatih kemampuan komunikasi sekaligus membangun rasa percaya diri anak-anak.

"Ini bukan hanya soal lomba, tapi bagaimana anak-anak mampu menyampaikan informasi, gagasan, dan pendapat secara terstruktur. Kemampuan seperti ini penting untuk membentuk generasi yang kreatif dan kritis," ujar Yeni dalam sambutannya.

Yeni menyebut kegiatan serupa sebelumnya pernah diikuti hingga tingkat kementerian. Menurutnya, kemampuan bertutur anak-anak harus terus diasah, termasuk dalam penggunaan media pendukung agar penampilan lebih menarik.

"Saya berharap tahun ini kita bisa kembali membawa pulang prestasi dari tingkat kementerian," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Rokan Hulu, Ridarmanto, mengatakan lomba bertutur merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun generasi literat.

"Tujuannya bukan sekadar lomba, tetapi investasi masa depan agar anak-anak gemar membaca dan mampu menyampaikan ide secara lisan sejak pendidikan dasar," ujarnya.

Menurut Ridarmanto, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami, menganalisis, hingga menyampaikan kembali informasi secara komunikatif.

"Lomba bertutur sangat relevan di era sekarang karena melatih anak-anak menyampaikan informasi dengan cara yang ekspresif dan bermakna," katanya.

Ia menjelaskan peserta yang tampil merupakan juara hasil seleksi di tingkat kecamatan yang sebelumnya dilaksanakan bersama Bunda Literasi Kecamatan.

Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan, yakni Asep Odang Kurnia, Nirma Herlina, dan Andrimar.

(Dr)

#rohul #disparsip