KAMPAR — Direktur RSUD Bangkinang, dr. Imawan, memastikan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat di rumah sakit tersebut hingga kini masih berjalan normal meski terdapat tunda bayar pengadaan obat yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp18 miliar.
Hal itu disampaikan dr. Imawan menanggapi pernyataan Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, yang berencana menggelar hearing bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Bangkinang pada Senin mendatang terkait persoalan tunggakan obat.
“Kalau sampai saat ini, insya Allah belum. Belum ada pengaruh terhadap pelayanan maupun ketersediaan obat,” kata dr. Imawan saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, tunda bayar tersebut saat ini masih dalam proses verifikasi dan review oleh Inspektorat. Nilainya disebut dinamis, namun berkisar sekitar Rp18 miliar.
“Itu tunda bayar sedang diverifikasi dan direview oleh Inspektorat. Nilainya sekitar itulah,” ujarnya.
Menurut dr. Imawan, selama proses pembayaran tetap berjalan, distribusi obat dari pihak penyedia masih aman sehingga pelayanan kepada pasien tidak terganggu.
“Kalau kita bayar, aman. Sampai sejauh ini belum ada pengaruh,” katanya.
Manajemen RSUD Bangkinang, lanjut dia, juga terus berupaya melakukan pembayaran secara bertahap melalui pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Melunasi secara perlahan melalui pendapatan kita,” ucapnya.
Namun demikian, ia menyebut pihaknya masih memprioritaskan pembayaran kewajiban tahun 2026 sambil menunggu hasil review Inspektorat untuk pembayaran tunggakan sebelumnya.
“Kami membayar yang tahun 2026 dulu sambil menunggu review dari Inspektorat,” jelasnya.
Selain persoalan tunda bayar obat, dr. Imawan juga menyinggung piutang lama program jaminan kesehatan daerah yang saat ini masih tersisa sekitar Rp6,1 miliar.
Menurutnya, piutang tersebut merupakan sisa kewajiban lama sebelum sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diberlakukan.
“Dulu itu sudah sempat dicicil. Sekarang tinggal sekitar Rp6,1 miliar,” katanya.
Terkait kondisi keuangan rumah sakit, dr. Imawan mengaku pihaknya masih berupaya menjaga stabilitas anggaran agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Yang jelas untuk ketersediaan obat dan pelayanan, sampai sekarang tidak terganggu. Sejauh ini masih bisa kami handle,” tegasnya.
(Dir)
#rsud bangkinang #pelayanan